Diary Guru

Darimu, Aku Belajar Mengagungkan Allah

Termasuk sebuah karunia indah manakala ketika kita memiliki ilmu, kita mampu mengamalkan. Dan sebaliknya termasuk musibah bilamana kita sulit mengamalkan ilmu yang kita miliki, wal iyyadzu billah. Dan terkadang kemudahan mengamalkan itu, tentunya setelah taufik dari Allah, terkadang cara dan sarananya beragam. Bisa jadi karena buku bacaan yang kita baca, baik ketika awal kali membacanya maupun yang kesekian kalinya baca baru termotivasi untuk mengamalkan. Adapula melalui peristiwa yang kita alami maupun yang kita saksikan baru menggugah kita untuk beramal. Hal terakhir inilah yang terjadi pada diriku saat itu. Kejadian menurut orang umum biasa, tapi tidak bagi saya. Lantunan sayup-sayup suara dari anak-anak Taman Tahfidz Anak saat bermain di waktu Istirahat tersebut, terdengar indah menenangkan di telingaku, merasuk dalam ke relung hatiku. Kalimat thayyibah tersebut, tidak asing bagi saya, begitu pula tidak asing bagi manusia dewasa. Bahkan dari sisi kefasihan melafalkan dan pengetahuan keutamaannya pun, kita lebih baik dari mereka in…

Dunia Orang Tua

MUASAL HIJRIYAH

Langit Mekkah sudah mulai kelam. Denyut peradaban seputar Ka’bah memelan. Namun sesosok pria limapuluh satu tahunan masih sigap keluar masuk ke tenda-tenda kemah bersama dua sahabat setianya. Menawarkan satu kalimat: laa ilaaha illaLLaah Seruan itu tertanggapi beragam, namun masih senyap, seiring semilir angin malam gurun pasir yang menusuk tulang. Namun sesosok pria bersama dua sahabatnya itu tak ambil peduli terus mendakwahkan. Hingga tertangkap sayup cakap sekumpulan pemuda dari tanah yang kelak dijanjikan. Jumlahnya enam, merekalah enam pemuda dari daerah Yatsrib. Maka malam itu menjadi saksi, halaqah sesosok pria bersama dua sahabatnya, bersama enam pemuda, menguraikan risalah langit, syariat Rabbul ‘alamin, agama sempurna. Itulah halaqah yang menyejarah.   Iman mulai tertanam pada enam pemuda. Lalu mereka menyebarkan seruan iman itu kepada masyarakatnya. Maka tepat setahun kemudian jadilah dari enam itu tigabelas (satu orang ijin tidak hadir) bertemu kembali dengan sesosok pria limapuluh dua tahunan di sekitar Ka’bah pada musim haji, itulah…

Dunia Orang Tua

Lagi!YPWIY Qurban Peduli Pendidikan, Lagi-lagi Raih Makna Pendidikan Qurban

Senin, 13 Dzulhijjah 1438 H atau bertepatan tanggal 04 September 2017 M adalah hari tasyriik terakhir sekaligus hari pungkasan waktu penyembelihan hewan Qurban YPWIY di sekolah Al Wahdah. Sebelumnya secara berturut-turut melakukan kegiatan yang sama di 3(tiga) lokasi yang berbeda. Hari pertama Yaumun Nahr ini yaitu pada hari Jum’at, 10 Dzulhijjah 1438H, kegiatan meneladani pengorbanan nabi Ibrahim ini berlokasi di Gunungkidul. Tepatnya di sekitar Pesantren Masyarakat Al Madinah, Pager Logandeng Gunungkidul. Ada 1 (satu) Sapi dan 3 (ekor) kambing disembelih di daerah yang mana oleh ustadz Wahyono, dai setempat menginfokan sebagai daerah rawan pemurtadan ini.  Ada makna pentingnya pendidikan aqidah di sana. Hari selanjutnya, Ahad, 12 Dzulhijjah 1438 H bertempat di wilayah paling utara DIY yaitu Pondok IT Al Madinah. Hewan Qurban sebanyak 4(ekor) kambing dijagal oleh santri-santri pondok pimpinan ustadz Irhamullah ini. Penyembelihan di Pondok IT Al Madinah yang mayoritas santri-santrinya kurang mampu ini, ada banyak makna pendidikan Qurban…