Diary Guru

Jembatan Kemudahan

Termasuk rutinitas di Madarasah Ibtidaiyah Al Wahdah adalah melaksanakan shalat 5(lima) waktu. Bagi siswa laki-laki menunaikannya secara berjama’ah di masjid. Berhubung fasilitas masjid di madarasah belum ada, maka seluruh ustadz dan siswa mulai kelas 4 (empat) mengerjakannya di masjid yang ada di perkampungan warga sekitar sekolah. Secara jarak, antara madarasah dengan masjid warga memang tidaklah jauh, cukup bisa ditempuh dengan jalan kaki beberapa menit saja. Bahkan jika kita ingin lebih cepat sampai masjid, kita bisa mengakses jalan pintasnya, melalui jalan yang sebagiannya sempit dan melalui titian jembatan, itulah rutinitas warga sekolah dalam menunaikan kewajiban shalat dhuhur. Berjalannya waktu, akses jalan pintas tersebut, khususnya titian jembatan lambat laun mulai rapuh, bahkan sebagian bambunya rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Dari sinilah kisah menakjubkan penulis bermula. Kenapa? Karena ternyata yang memperbaiki jembatan itu adalah siswa-siswa MI Al Wahdah. Dengan arahan walikelas 5(lima) ustadz Rohmadi, M.Pd., jembatan tersebut kini berubah menjadi baru dan…

Dunia Anak

Mukhoyyam Perdana

Siswa kelas 4 MI Al Wahdah melakukan Mukhoyyam. Kegiatan yang umumnya lebih dikenal dengan nama kemah ini, di adakan selama 2 hari. Bertempat di sekolah Al Wahdah, kegiatan mulai dari sabtu, 12 Mei 2018 siang hari sampai Ahad, 13 Mei 2018 sore hari, jam 16.00 WIB. Selaku peserta kegiatan mukhoyyam adalah siswa kelas 4 MI dan siswa yang mengikuti ekstra pramuka sekolah. Seluruh siswa kelas 4 MI Al Wahdah yang berjumlah 10 siswa menjadi peserta utama ditambah 1 siswa kelas 3 MI Al Wahdah yaitu Ananda Luqman, sebagai perwakilan dari kelas 3 yang mengikuti kegiatan ektra pramuka. Total peserta berjumlah 11 anak. Adapun acara selama kegiatan mukhoyyam beragam, baik yang dilakukan di area sekolah maupun di luar area sekolah. Baik yang sifatnya masing-masing pribadi maupun yang sifatnya dilakukan secara tim atau berkelompok. Itu terlihat dari susunan acara kegiatan mukhoyyam tersebut. Ada kegiatan pendirian tenda, kegiatan pribadi persiapan sholat, tangkap ikan,…

Dunia Orang Tua

TITIPAN dan PINTU SURGA

Semoga Allah akan memberkahi hubunganmu berdua dengan istrimu katanya anak titipan Allah, kalau dititipin lagi, memangnya Allah salah titip? Imam Muslim meriwayatkan perihal ummu Sulaim, wanita hebat yang dari rahimnya lahir manusia-manusia hebat, semisal Anas bin Malik (anak dari suami sebelumnya bernama Malik) dan Abdullah bin Abi Thalhah yang memiliki sembilan anak, semua hafizh quran. Tatkala dengan tegarnya mengatakan kepada suaminya (abu-Tholhah): “Suamiku, apa kiranya pendapatmu tatkala sebuah keluarga mendapatkan suatu titipan, lalu si pemilik titipan hendak mengambil kembali barang titipannya?”.. lalu ibu perkasa ini melanjutkan pertunjukan ketabahan hati yang luar biasa dengan ucapannya: “Maka bersabarlah dan berusaha raih pahala karena kematian puteramu.” Padahal fragmen-fragmen kehidupannya sesaat sebelum itu juga tak kalah memukaunya. Mendapati putranya wafat, jiwa dan fisiknya masih tegar, meski engkau tau bagaimana perasaan ibu yang ditinggal wafat anaknya. Ia ingin memberitahu suaminya atas kematian anaknya itu dalam keadaan terbaik. Tatkala suami pulang kerumah dan bertanya: “apa yang…