Dunia Anak

MENGIKAT HATI ANAK, SEBELUM MENUNDUKKAN PIKIRANNYA

serial parenting   Penulis : Agung_Bramantya   at-ta’lif qobla ta’rif, at-ta’rif qobla taklif “Wahai anakku.. ya.. bunayya..”, demikianlah Kekasih Allah itu membuka percakapan pada ananda terkasihnya, kemudian beliau melanjutkan: “Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu”. Jleb, sampai disini perasaan saya tercekat, saya sekarang juga terkaruniai anak lelaki, angan saya sebagai seorang ayah membuncah.. ahh.. Gambaran dialog ayah dan anak itu menghiasi pelupuk mata yang mulai berkaca-kaca. Akhirnya beliau menutup kalimat mulianya dengan: “Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Belum habis ketakjuban tadabbur hati ini, jawaban sang-anak pun juga lebih dasyat, petjah banget luapan keimanannya: “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” Tess…tess… ibarat kisah di negeri dongeng tentang ketaatan hamba kepada Tuhannya, berbalut kebaktian sang-anak kepada sang-ayah. Namun itu bukan fiksi, bukan pula fatamorgana, tapi nyata termaktub dalam kitab suci dan lembaran sejarah fakta, terabadi di dalam Al-Qur’an Surat As-Saaffat, Ayat 102.  …