Dunia Orang Tua

Al Quran Melekat, Kecerdasan Meningkat?

(إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ)

Artinya :

Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti “.

(Q.S. Yusuf : 2)

Ayah Bunda tiada suatu kebetulan bila Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Coba renungkan, bahasa yang ada di muka bumi dari zaman ke zaman, tentunya jumlahnya bukan lagi puluhan, mungkin ratusan bahkan hitungan ribuan. Dari sekian bahasa, terpilihlah bahasa  Arab sebagai bahasa kitab agama terakhir ini. Pasti ada sesuatu hal yang luar biasa terkait pemilihan ini.

 

Lebih-lebih bila kita melihat kedudukan Dzat yang memilih tersebut. Dia-lah Allah, Dzat yang tak akan pernah salah dalam memilih dan apa saja yang telah menjadi pilihan-Nya berarti ia adalah pilihan terbaik yang tiada tandingannya. Tiada tandingan dari sisi manapun, makna maupun kandungannya.

 

Bila demikian, akankah kita masih ragu dan tidak tertarik terhadap yang Allah subhaana wa ta’ala firmankan ini? Akankah kita tidak tergerak untuk mempelajari atau bahkan memahami Kalam suci yang sarat akan pelajaran dan bimbingan? Sebutlah satu contoh sebagaimana redaksi ayat di atas. Allah ‘Azza wa jalla yang menyatakan bahwa salah satu sebab diturunkannya Al Qur’an adalah agar kita mengerti. Dalam literasi tafsir makna mengerti adalah agar semakin paham akan kandungannya, hukum-hukumnya dan pula akan mendapati hikmah serta manfaatnya.

 

Ayahanda dan Bunda sekalian, bila kita mengkaji dari sisi pemakaian dan susunan katanya misalnya. Kata ” ta’qilun ” yang berarti mengerti, bila dikaitkan dengan kata “akal” yang dalam kosakata bahasa arab memakai rangkaian huruf yang sama yaitu ” Aqlun “. Sama-sama terdiri dari susunan huruf ‘Ain, Qof dan Lam . Maka bisa jadi ada keterkaitan atau pengaruh dari membaca Al-Quran kepada peningkatan kecerdasan Otak atau akal manusia.

 

Bahkan seorang peneliti bernama Dr. Ahmad Al Qadhi menyampaikan bahwa membaca Al Qur’an selepas maghrib dan subuh dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 persen. Apalagi ketika tau dan mengerti kata “la’allakum” sebelum akhir kata dalam ayat ini. Jika melihat terjemahan arti dalam bahasa Indonesia akan di artikan “semoga”. Kata semoga ini bila disandarkan kepada manusia atau kemampuan manusia maka ia bermakna ketidak pastian. Terwujudnya hal sesudah kata ini ada 2(dua) kemungkinan yaitu bisa terwujud dan kadang tidak terwujud.

Berbeda halnya bila disandarkan kepada Allah Subhaana wa ta’ala, kata “La’allakum” yang diterjemahkan semoga tadi, maknanya adalah sebuah kepastian. Pasti akan terwujud. Nah, dari sini terlihat pesona dan tersibak makna ayat ini. Bahwa Al Qur’an pasti akan membuat akal manusia semakin maksimal, semakin meningkatkan kecerdasan akal pikiran manusia.

 

Jika demikian halnya, mari Ayanda atau Bunda jangan ragu, semangati dan dampingi terus putra putri kita dalam membaca, menghafal dan mengulang hafalan Al Qur’an. In sya Allah hafalan mereka melekat, kecerdasan Ananda meningkat … aamiin. (KI)

Tinggalkan Balasan