Diary Guru

Sejuta tanyamu Anugerah Bagiku

“Ustadzah, aku mewarnai gambar ustadzah” “Ustadzah, aku suka bilang asssalamualaikum kalau ketemu Ustadzah” “Ustadzah, bunganya harum ciptaan Allah?” “Ustadzah, bunga putri malunya nggak ada ibunya” Sedikit dari sekian banyak celoteh para calon hafidz dan hafidzah ketika kami melaksanakan kegiatan di luar sekolah hari ini, Rabu, 10 Januari 2018. Beragam pertanyaan dan pernyataan yang dilontarkan terkadang membuat ustadzah harus “berpikir keras”, tapi tidak mengapa. Adalah kebahagiaan bagi kami. Semoga Allah berkahi aktivitas kalian dan menjadi tabungan amal kedua orang tua kalian ya calon penolong agama Allah (ustadzah Intan Kumalasari S.Hut)

Diary Guru

Mendidik Sejatinya Memudahkan

Manusia, siapapun ia, tidak bisa lepas dari sosok sang pendidik. Tengoklah bayi merah yang baru lahir, bisa apa ia? Lalu tengoklah kita masing-masing hari ini, bisa apa kita? Suatu fakta tak terpungkiri bedanya kita saat lahir dan kita hari ini. Pertanyaannya adalah: apakah semua itu kita tempuh secara otodidak? Sungguh naif jika kita berkembang hingga hari ini tanpa sosok pengajar. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, GURU sebagai kata benda merupakan orang yang pekerjaannya (mata pencaharian, profesinya) mengajar. Jadi mereka, lebih dari satu orang pastinya, yang mengajarkan kepada kita segala hal adalah guru-guru kita. Tidak sedikit guru utama dan pertamanya adalah orang-tuanya sendiri. Mengajar, mendidik sejatinya mempermudah segala hal. Bagi seorang tak berilmu, tak terdidik, susahlah segala sesuatunya, rumit, njlimet, pokoknya pelik. Saya tidak tau gimana ceritanya ketukan saya pada layar hp ini lalu berubah jadi teks.. lalu bisa dikirim ke media online seperti WA dan lainnya, setau saya pokoknya rumit,…

Diary Guru

Siapa Sedekah, Siapa Senang?

Alhamdulillah kegiatan Jum’at Sedekah Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah rutin berjalan. Siswa-siwa TTA setiap pekannya dihari jum’at dianjurkan mengumpulkan sedekah berapapun nilainya kepada ustadzah mereka. Setelah dana sedekah terkumpul maka selanjutkan akan diwujudkan dalam bentuk barang untuk disalurkan kepada masyarakat sekitar semisal masjid atau lembaga pendidikan sekolah. Terhitung ketika artikel ini ditulis, ada 2(dua) lembaga pendidikan setingkat TK di sekitar sekolah berkenan menjadi tempat kegiatan sedekah jum’at yang baik ini. Setiap pagi di hari jum’at, pelaksanaan kegiatan sedekah jum’at ini selalu dipandu oleh ustadzah mereka. Seusai mereka belajar hafalan tahfidz bersama, mereka berdiri berbaris di halaman sekolah dengan tertib dan rapi, siap-siap berjalan menuju sekolah sekitar. Sesampai tujuan mereka berkenalan dengan siswa kemudian memberikan langsung makanan sedekah jum’at tersebut. Diahayu Murchita selaku kepala Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah menyampaikan 3(tiga) hal tentang maksud dan tujuan kegiatan jum’at sedekah ini : Membiasakan anak berbagi terhadap sesama Mengajak anak mengenal…

Diary Guru

Gebyuran

“Ada tiga unsur yang menyebabkan terjadinya kebakaran, yakni material, udara, dan sumber api…” Kalimat di atas adalah cuplikan penjelasan dari UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman ketika Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah Yogyakarta berkunjung kesana. Materi tidak hanya disampaikan secara monoton, namun dengan sajian yang asyik dan menyenangkan. Acara yang diadakan pada Hari Kamis, 2 November 2017 ini diikuti oleh para santri dengan sangat antusias. Mereka tampil dengan percaya diri menjadi petugas pemadam kebakaran, memakai seragam dan segala perlengkapan yang disediakan. Agenda kunjungan ini semakin terasa menarik ketika beberapa ustadzah dan santri melakukan simulasi sederhana memadamkan api dengan karung goni basah. Namun, nampaknya para santri paling tertarik dengan acara simulasi pemadaman api besar atau “gebyuran” sebagai penutup kunjungan ini. Beginilah kami belajar, melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. (Intan Kumalasari)

Diary Guru

Tabungan

Adalah tabiat seorang anak, bila melihat hal baru yang mereka anggap menarik, mereka pun penasaran untuk mengetahuinya. Hal itulah yang terjadi pagi itu. Mereka satu per satu datang menghampiriku sembari bertanya pertanyaan yang hampir seragam,  “apa itu?”, “Untuk apa?” Bagi seorang pendidik, menguasai bahan ajar adalah sesuatu yang penting. Bahkan hal tersebut sebagai sebuah kewajiban. Akan tetapi ada hal yang juga merupakan sesuatu yang sama pentingnya dari menguasai materi bahan ajar yaitu menguasai cara menyampaikan materi ajar. Yah, bagaimana cara bisa menyampaikan materi ajar dengan efektif dan tepat. Agar anak mampu memahami materi baru tersebut dengan baik. Tapi bukan pekerjaan yang mudah bagi pendidik mempraktikkan ilmu yang satu ini. Lebih-lebih bila peserta didik tersebut beragam dan masa kanak-kanak yang masih dalam proses tumbuh kembang. Alat indera mereka semuanya masih berproses tumbuh dan berkembang. Lidah misalnya, bagian organ mulut yang membantu memperjelas artikulasi pengucapan yang mereka miliki, belum terbentuk secara maksimal….