Diary Guru

Ada Kilatan Dalam Donasi Motor Duat

  Yah, begitulah kira-kira judul yang saya temukan dalam benak pikiran ini. Ketika harus mengekspresikan keadaan penggalangan dana untuk pengadaan motor bagi dai yang bertugas di Gunungkidul.   Awalnya penulis agak sangsi dalam upaya penggalangan dana kali ini, karena kami sadari sederet penawaran penggalangan dana selalu menyapa para donatur dengan wajah tema yang berbeda, tapi intinya sama, mengetuk kebaikan hati para donatur untuk berderma bersama amal shalih kami. Awalnya kami iseng membuat dan menyebarkan pamflet donasinya via medsos, hitung-hitung memaksimalkan Ikhtiyar sebagaimana tuntunan mulia Agama Islam. Hasilnya, Ma sya Allah … Allah berikan kemudahan, Ada jalan dalam setiap usaha.   (وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ)   Artinya : “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (Surat Al-Ankabut 69)   Ada sambutan yang luar biasa dari para donatur….

Diary Guru

Tertunda Itu Bukan Kadaluarsa

Tertunda itu bukan kadaluarsa Amal shalih itu sebaiknya perlu disegerakan dan tidak perlu ditunda-tunda. Karena menunda amal shalih itu terkadang buah dari bisikan setan. Terkadang tertundanya amal shalih itu terjadi tersebab ketidaktahuan atau kadang ketidakmampuan. Nah ketika sudah tau dan mampu perlulah segera menunaikan amal yang tertunda. Tak masalah telat melakukan daripada tidak sama sekali, iya kan? Nah, itulah mungkin sedikit narasi untuk menceritakan bagaimana Anggi Rahajeng dalam menunaikan amal shalih yang tertunda. Amalan itu berupa aqiqah. Adalah Jum’at, 27 Januari 2017, Sebagai salah satu hari Istimewa sekaligus hari raya umat Islam pekanan menjadi saksi. Bertempat di sekolah Al Wahdah hajat tertunda tersebut bisa tertunaikan. Tertunaikan di hari mulia, hari dimana pahala kan terlipat ganda, in sya Allah. “Alhamdulillah anak-anak senang, sejumlah 120 porsi hidangan cukup untuk seluruh anak-anak beserta para ustadz dan ustadzah, baik TTA dan MIA” kurang lebih demikianlah Ustadz Muhammad Amin, selalu kepala Madarasah Ibtidaiyah Al Wahdah…

Diary Guru

Pintamu mengundang senyumku

“Lagi-lagi ustadz”, pinta salah satu murid MIA kelas 1, yang kemudian diikuti oleh beberapa teman yang lainnya. Ya kejadian itu sebenarnya bukan terjadi sekali saja. Adalah program pembacaan surah Al Qur’an bagi siswa oleh ustadz atau ustadzah pengajar sebelum memulai setiap kegiatan pembelajaran. Program ini bermaksud untuk penguatan program hafalan Qur’an yang merupakan program unggulan Madarasah Al Wahdah ini. Setiap guru diharapkan mengiringi setiap kegiatan pembelajaran dengan pembacaan surah Al Qur’an dengan pelaksanaan bisa di awal pembelajaran atau di akhir pembelajaran. Alhamdulillah program ini betul-betul dikawal dengan baik oleh ustadz dan ustadzah Madarasah Al Wahdah ini. Al Hasil, banyak hal positif yang muncul dari program tersebut, salah satunya adalah kejadian tersebut. Ya permintaan untuk menambah pembacaan surah sebelum kegiatan belajar. Tepatnya saat saya telah usai membacakan 1 (satu) surah Al Qur’an, sebagaimana biasa hendak beralih pada kegiatan pembelajaran yang telah dipersiapkan. Nah, saat hendak beralih itulah, beberapa siswa MIA kelas…

Diary Guru

Mengalah Tidak Berarti Kalah

Mengalah Tidak Berarti Kalah “Ustadzah…, pinjam Al-Qur’an…!” Dua santri yang cantik datang menghampiri kami hampir bersamaan. Kutatap mata keduanya, ada harap yang besar di sana. “Em,,, tapi Al-Qur’an ustadzah cuma satu. Gimana dong?” Tanya kami memperhatikan ekspresi keduanya. Mereka saling memandang bergantian. Sebenarnya kami bisa saja memberikan Al-Qur’an itu pada salah satu dari mereka yang lebih dulu menghampiri kami, tapi di momen ini, kami ingin ‘menguji’ siapakah yang paling dewasa di antara keduanya, siapa yang pengamalan ilmunya lebih baik, dan siapa yang lebih bijaksana, lebih lapang hatinya di usia yang masih sangat muda.