Dunia Anak

Asyik! Kunjungan Taman Tahfidz Anak (TTA) ke Bumi Merapi

Beberapa hari yang lalu, Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah mengagendakan kegiatan kunjungan. Tepatnya hari rabu, pekan lalu tertanggal 5 September 2018. Tujuan kunjungan adalah Bumi Merapi yang terletak di wilayah Sleman Yogyakarta. Alhamdulillah kegiatan kunjungan diikuti sebagian besar siswa-siswi TTA dan berjalan dengan lancar.  Lebih dari itu kegiatan kunjungan yang sudah terjadwal sejak awal tahun dari pihak sekolah ini, terlihat semarak dan asyik diikuti oleh siswa-siswi sekolah yang fokus dengan hafalan Al Qur’an sejak dini ini. Tidak mengherankan bila pada hari pelaksanaan, siswa antusias dalam mengikutinya, mulai dari kedatangan siswa lebih awal dari biasanya, maupun keceriaan saat mengikutinya. Di lokasi kegiatan kunjungan yang nyaman dan asri tersebut, siswa-siswa mendapat ilmu dan pengalaman yang menarik. Seperti mengenal langsung hewan-hewan yang selama ini mereka ketahui dari penjelasan guru, buku dan media elektronik. Tampak dari dokumentasi terlihat, mereka tidak hanya melihat hewan yang ada, tapi juga bisa berinteraksi langsung dengan hewan ciptaan…

Dunia Anak

Siswa TTA Al Wahdah Belajar Manasik Haji

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ “Labbaikallaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, innal hamda wani’mata laka wal mulka laa syariika laka” “Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat hanyalah milik-Mu, juga semua kerajaan, tidak ada sekutu bagi-MU.” Bacaan itu terdengar dari lisan-lisan siswa/i Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah. Bacaan yang dikenal dengan talbiyah itu dengan dibantu pembimbing, mulai terucap dengan lancar oleh siswa TTA yang berlokasi di Jetis Baran, Ngaglik Sleman tersebut. Acara belajar manasik haji yang digelar rutin tahunan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas Al Qur’an (seusia kelas TK B). Dengan dibimbing oleh pembimbing berpengalaman, yaitu ustadz H. Wandi Suwarno, acara berlangsung baik dan lancar. Harapannya dengan praktik manasik haji yang dilaksanakan hari selasa, 21 Agustus 2018 tersebut, selain dalam rangka…

Dunia Anak

MENGIKAT HATI ANAK, SEBELUM MENUNDUKKAN PIKIRANNYA

serial parenting   Penulis : Agung_Bramantya   at-ta’lif qobla ta’rif, at-ta’rif qobla taklif “Wahai anakku.. ya.. bunayya..”, demikianlah Kekasih Allah itu membuka percakapan pada ananda terkasihnya, kemudian beliau melanjutkan: “Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu”. Jleb, sampai disini perasaan saya tercekat, saya sekarang juga terkaruniai anak lelaki, angan saya sebagai seorang ayah membuncah.. ahh.. Gambaran dialog ayah dan anak itu menghiasi pelupuk mata yang mulai berkaca-kaca. Akhirnya beliau menutup kalimat mulianya dengan: “Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Belum habis ketakjuban tadabbur hati ini, jawaban sang-anak pun juga lebih dasyat, petjah banget luapan keimanannya: “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” Tess…tess… ibarat kisah di negeri dongeng tentang ketaatan hamba kepada Tuhannya, berbalut kebaktian sang-anak kepada sang-ayah. Namun itu bukan fiksi, bukan pula fatamorgana, tapi nyata termaktub dalam kitab suci dan lembaran sejarah fakta, terabadi di dalam Al-Qur’an Surat As-Saaffat, Ayat 102.  …

Dunia Anak

Tasbih Menguntai

Setiap muslim tak asing dengan yang namanya tasbih. Pastinya setiap hari dirinya senantiasa melafalkan kalimat agung dan mulia ini. Minimal kala ia berdiri menghadap Rabb nya, menjalankan kewajiban dari rukun Islam yaitu salat. Saat rukuk ia  melafalkan dengan penuh penghormatan yang tulus dan saat sujud menghinakan diri sekaligus meninggikan dalam mensucikannya, subhaana Rabbiyal Adziim (Maha Suci Allah Rab yang Maha Agung), Subhaana Rabbiyal A’laa (Maha Suci Allah Rabb yang Maha Tinggi) Namun terkadang dalam mentasbih Allah, dalam mensucikan Allah di luar salat, kita tertatih-tatih dalam menjaga nya. Selalu ada alasan untuk membenarkan ketidak berdayaan kita dalam kesungguhan memujinya, ada seribu alasan yang kita miliki guna menutup rapat kelemahan dalam memuji-Nya, Astaghfirullah. Namun bila kita sungguh-sungguh berkeingginan untuk itu. Pasti akan banyak cara dan banyak sarana dalam mentasbih diluar shalat, Sesibuk apapun kita. Karena ketika itu menjadi skala prioritas, maka akan melahirkan kesungguhan dalam mewujudkannya. Namun bagaimana kalau kita lagi kondisi…

Diary Guru

Jembatan Kemudahan

Termasuk rutinitas di Madarasah Ibtidaiyah Al Wahdah adalah melaksanakan shalat 5(lima) waktu. Bagi siswa laki-laki menunaikannya secara berjama’ah di masjid. Berhubung fasilitas masjid di madarasah belum ada, maka seluruh ustadz dan siswa mulai kelas 4 (empat) mengerjakannya di masjid yang ada di perkampungan warga sekitar sekolah. Secara jarak, antara madarasah dengan masjid warga memang tidaklah jauh, cukup bisa ditempuh dengan jalan kaki beberapa menit saja. Bahkan jika kita ingin lebih cepat sampai masjid, kita bisa mengakses jalan pintasnya, melalui jalan yang sebagiannya sempit dan melalui titian jembatan, itulah rutinitas warga sekolah dalam menunaikan kewajiban shalat dhuhur. Berjalannya waktu, akses jalan pintas tersebut, khususnya titian jembatan lambat laun mulai rapuh, bahkan sebagian bambunya rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Dari sinilah kisah menakjubkan penulis bermula. Kenapa? Karena ternyata yang memperbaiki jembatan itu adalah siswa-siswa MI Al Wahdah. Dengan arahan walikelas 5(lima) ustadz Rohmadi, M.Pd., jembatan tersebut kini berubah menjadi baru dan…