Diary Guru

Jabat Tangan dengan Lawan Jenis? – Kecil-Kecil Jadi Teladan

Jabat Tangan dengan Lawan Jenis? – Kecil-Kecil Jadi Teladan Dia adalah anak yang sopan dan ramah kepada siapa saja termasuk kepada teman-temannya di kelas. Setiap hari, ketika memasuki kelas, dia selalu menyalami kami dan teman-temannya tanpa terkecuali. Dia menghampiri temannya yang duduk di bangku satu-persatu sembari mengulurkan tangan kanannya.

Diary Guru

Karakter Anak Shalih – Jangan Korupsi!

Karakter anak shalih adalah sebuah karakter yang diinginkan oleh semua orang tua muslim untuk putra putrinya di mana pun berada. Karena itu, tidak sedikit orang tua di zaman ini berlomba-lomba memasukan anak mereka ke sekolah Islam agar impian mereka memiliki anak yang shalih bisa terwujud. Bicara tentang karakter anak shalih, maka itu pula yang tengah kami usung di Sekolah Al-Wahdah Yogyakarta. Kami berupaya untuk menanamkan karakter anak shalih sejak usia dini agar ketika mereka dewasa mereka mampu menjadi orang-orang yang jujur, bermartabat, dan bermanfaat bagi orang banyak. Berkenaan dengan hal tersebut, kami memiliki sebuah kisah yang semoga dapat kita ambil ibrahnya bersama-sama. Siang itu jam makan siang, seperti biasa setiap santri MI Al-Wahdah mengantri untuk mengambil jatah makan siang mereka di dapur sekolah. Setelah beberapa saat, terdengar kegaduhan di luar dapur. Salah seorang santri tak sengaja menumpahkan semua makan siang yang sudah dibagikan untuknya. Teman-teman yang lain menyuruhnya untuk kembali…

Diary Guru

Aku Ingin Seperti…

Matahari terasa menyengat namun tak menyurutkan semangat kami dan anak-anak untuk terus mempelajari ilmu agama, ilmu yang barasal dari Allah Subhana wata’ala dan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam. Kami duduk melingkar di atas lantai beralaskan tikar plastik meninggalkan bangku kayu yang terlihat kesepian. Siang ini, bersama anak-anak kami menghafalkan Q.S. Al-Fatihah beserta artinya. Di tengah kegiatan menghafal, seorang anak perempuan yang kebetulan duduk tepat di samping kanan kami menatap dengan seksama. “Kenapa sayang?” Tanya kami sembari tersenyum. “Aku mau kayak ustadzah.” Katanya sembari mengambil salah satu ujung cadar kami yang terbuka dan memasangnya agar wajah kami tertutup sempurna. “Mau pakai jilbab seperti jilbab ustadzah. Mau pakai cadar seperti ustadzah.” “Kenapa? Bagus ya?” Tanya kami penasaran. “Iya, bagus. Cantik.” Lalu kami pun tersenyum dan menjelaskan bahwa kelak ketika dia telah dewasa dia wajib mengenakan jilbab. Bukan supaya dia terlihat cantik tapi supaya ia mendapat pahala dari Allah dan dicintai oleh-Nya. Supaya ia…

Diary Guru

Belajar Bijaksana

Suatu hari ketika akan berwudhu, seorang santri yang cantik menitipkan mainannya yang tebuat dari kertas kepada kami. Kami pun langsung memasukkan mainan kertas tersebut ke dalam saku dan terus berada di sana sampai beberapa hari lamanya. Tanpa sadar pakaian yang kami kenakan waktu itu telah berada di dalam rendaman yang siap dicuci. Ketika mulai mengucek, barulah kami sadari mainan tersebut telah hancur dengan sukses karena basah. Waktu pun berlalu. Karena kesibukan, kami lupa mengatakan kepada santri cantik itu tentang nasib mainan yang ia titipkan kepada kami. Sampai pada suatu siang, ketika santri cantik itu akan pulang, ia menemui kami dan bertanya; “Ustadzah, mainan yang dulu aku titipin ke ustadzah sekarang di mana?” Seketika itu pula barulah kami mengingat kembali. “Afwan ya sayang, mainannya nggak sengaja kerendam dan basah. Mainannya udah hancur dan nggak bisa dipakai lagi. In syaa Allah besok ustadzah cariin gantinya ya.” Dengan senyum merekah, santri cantik itu…

Diary Guru

Jika Kamu Telah Dewasa

Tak pernah bosan kita panjatkan pujian hanya tertuju kepada Allah, Zat penguasa alam raya. Shalawat dan salam tercurah kepada kekasih Allah nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam, manusia yang paling baik akhlaknya dan paling tinggi keimanannya. Nak, kali ini kami akan bercerita tentang sebuah pemandangan yang tersaji beberapa hari lalu. Waktu itu kami sedang duduk di antara barisan jama’ah yang akan melaksanakan shalat i’d. Yah, hari itu bertepatan dengan hari raya Idhul Adha. Tua-muda, manula-anak-anak datang berbondong-bondong dengan perasaan bahagia dan penuh kesyukuran, perasaan yang juga kami rasakan di dalam hati. Dan, tahukah Nak, kesyukuran kami semakin bertambah manakala kami melihat seorang anak berbaju merah yang usianya masih sangat muda, kurang dari 2 tahun. Awalnya kami mengira dia seperti anak-anak yang lain, yang tumbuh sehat dan sempurna. Tapi kami keliru Nak, sepintas anak laki-laki itu memang terlihat sama, ia begitu lincah mengejar temannya dengan bertumpuh pada kedua lututnya. Kala itu hati…