Dunia Anak

Asyik Prosotan Baru, Main di Sekolah tambah Seru

Selasa Malam (21 Maret 2017), tepatnya pukul 19.02 WIB sebuah pesan singkat menginformasikan bahwa telah datang mainan dari salah satu walisiswa Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah. Mainan tersebut berupa “prosotan”, datang dari keluarga Ananda Royan, salah satu santri kelas An Naml. Kehadiran donasi prosotan ini tentunya membuat anak-anak senang,  penasaran dan ingin mencobanya. Hal ini diceritakan oleh kepala Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah kepada Kami. “Alhamdulillah, anak-anak senang sekali. Semua berebut ingin mencoba termasuk yang kelas besar (TK B)” tulis Diahayu Suci Murchita A, Md. melalui pesan WA. Tidak sampai disitu, bahkan santri TTA kelas Besar pun ikut penasaran ingin mencobanya, dan harus rela antri demi menjajal mainan baru tersebut. “Hari ini giliran kelas bayi  (an naml) yg bermain perosotan. Kakak kelasnya antusias menunggu giliran. Sampai2 antri di depan pintu kelas “ lanjut Ayu memberi info tambahan sekaligus menutup dengan kalimat doa Jazaakumullahu khoiran kepada donatur. Menurut donatur,…

Diary Guru

Mengalah Tidak Berarti Kalah

Mengalah Tidak Berarti Kalah “Ustadzah…, pinjam Al-Qur’an…!” Dua santri yang cantik datang menghampiri kami hampir bersamaan. Kutatap mata keduanya, ada harap yang besar di sana. “Em,,, tapi Al-Qur’an ustadzah cuma satu. Gimana dong?” Tanya kami memperhatikan ekspresi keduanya. Mereka saling memandang bergantian. Sebenarnya kami bisa saja memberikan Al-Qur’an itu pada salah satu dari mereka yang lebih dulu menghampiri kami, tapi di momen ini, kami ingin ‘menguji’ siapakah yang paling dewasa di antara keduanya, siapa yang pengamalan ilmunya lebih baik, dan siapa yang lebih bijaksana, lebih lapang hatinya di usia yang masih sangat muda.

Diary Guru

Benih-benih Tanggungjawab Ada Pada Dirimu!

Memiliki sikap tanggungjawab dan mandiri adalah sebuah kelebihan. Betapa tidak, tak sedikit permasalahan yang terjadi, bermuara pada hilangnya sifat ini pada diri seseorang. Maraknya kenakalan remaja misalnya, itu terjadi tak lepas dari kurangnya tanggungjawab orangtua dalam mendidik dan membina dalam lingkup keluarga. Dalam ranah kehidupan masyarakat juga terjadi, masih tingginya angka pengangguran, bertambahnya angka kemiskinan adalah salah satu bukti, sikap tanggungjawab seorang pemimpin yang belum tertunaikan dengan maksimal, dll.