Diary Guru

Siapa bilang anak PAUD itu hanya menyanyi dan tepuk-tepuk?

Di TTA Al Wahdah, selain menghafal juz amma, hadist, dan ayat tematik; kami diajari untuk mencintai lingkungan sejak dini, membuang sampah pada tempatnya, menolong diri sendiri dan orang lain yang tentunya selalu didampingi oleh para ustadzah yang senantiasa memberikan senyuman terbaik untuk kami. 🌻 Tidak akan kami biarkan satupun sampah berceceran. Kami anak yang beriman, dan bukankah menyingkirkan duri dari jalan merupakan salah satu cabang keimanan? Allah telah hamparkan bumi ini sebagai tempat bagi manusia untuk beribadah kepada-Nya, termasuk pula menjaga bumi-Nya. Teramat sedih melihat berbagai bencana yang melanda. Bisa jadi itu karena lalainya manusia yang menganggap remeh soalan membuang sampah. Bayangkan saja jika semua orang di muka bumi ini memiliki pemikiran yang sama. Satu orang membuang satu bungkus plastik di jalan setiap harinya, dikali seluruh jumlah manusia. Ah, kami tak bisa membayangkan seberapa besar tumpukan sampah yang dibuatnya; yang lantas menyumbat jalan-jalan air hingga meluaplah ia. Apa masih pantas…

Diary Guru

Sejuta tanyamu Anugerah Bagiku

“Ustadzah, aku mewarnai gambar ustadzah” “Ustadzah, aku suka bilang asssalamualaikum kalau ketemu Ustadzah” “Ustadzah, bunganya harum ciptaan Allah?” “Ustadzah, bunga putri malunya nggak ada ibunya” Sedikit dari sekian banyak celoteh para calon hafidz dan hafidzah ketika kami melaksanakan kegiatan di luar sekolah hari ini, Rabu, 10 Januari 2018. Beragam pertanyaan dan pernyataan yang dilontarkan terkadang membuat ustadzah harus “berpikir keras”, tapi tidak mengapa. Adalah kebahagiaan bagi kami. Semoga Allah berkahi aktivitas kalian dan menjadi tabungan amal kedua orang tua kalian ya calon penolong agama Allah (ustadzah Intan Kumalasari S.Hut)

Dunia Orang Tua

Medrese, Mekteb, Tekke

Dalam tulisannya, Badiuzzaman Said Nursi meminta kepada Sultan agar memperhatikan pendidikan kawasan Anantolia bagian Timur. Said Nursi juga menyampaikan gagasan reformasi pendidikan. Inti dari reformasi pendidikan yang disampaikan oleh Said Nursi ada pada penyatuan tiga pilar pendidikan yang cocok bagi warga Turki Ustmani, yaitu MEDRESE sebagai pilar pendidikan agama, MEKTEB sebagai pilar pendidikan umum, dan TEKKE sebagai lembaga sufi (tazkiyatun nufus -red) yang menjadi pilar penyucian ruhani Itulah sepenggal ide besar seorang Badiuzzaman Said Nursi, dalam koran Sark ve Kurdistan Gazetesi atau Surat Kabar Kurdistan dan Timur, setelah upaya sebelumnya menemui jalan buntu (menulis surat langsung, menghubungi orang-orang terdekat Sultan, hingga berdialog dengan Menteri Pendidikan saat itu). Demikianlah yang dikutip dalam Buku Api Tauhid.   Ide Besar yang sederhana, namun memerlukan energi besar dan jalan panjang berliku penuh tantangan untuk mewujudkannya. Menyatukan, atau istilah lain “men-sinergi-kan” tiga elemen penting manusia dalam institusi pendidikan yang mencakup fungsi: medrese, mekteb, dan tekke….

Diary Guru

Mendidik Sejatinya Memudahkan

Manusia, siapapun ia, tidak bisa lepas dari sosok sang pendidik. Tengoklah bayi merah yang baru lahir, bisa apa ia? Lalu tengoklah kita masing-masing hari ini, bisa apa kita? Suatu fakta tak terpungkiri bedanya kita saat lahir dan kita hari ini. Pertanyaannya adalah: apakah semua itu kita tempuh secara otodidak? Sungguh naif jika kita berkembang hingga hari ini tanpa sosok pengajar. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, GURU sebagai kata benda merupakan orang yang pekerjaannya (mata pencaharian, profesinya) mengajar. Jadi mereka, lebih dari satu orang pastinya, yang mengajarkan kepada kita segala hal adalah guru-guru kita. Tidak sedikit guru utama dan pertamanya adalah orang-tuanya sendiri. Mengajar, mendidik sejatinya mempermudah segala hal. Bagi seorang tak berilmu, tak terdidik, susahlah segala sesuatunya, rumit, njlimet, pokoknya pelik. Saya tidak tau gimana ceritanya ketukan saya pada layar hp ini lalu berubah jadi teks.. lalu bisa dikirim ke media online seperti WA dan lainnya, setau saya pokoknya rumit,…

Diary Guru

Siapa Sedekah, Siapa Senang?

Alhamdulillah kegiatan Jum’at Sedekah Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah rutin berjalan. Siswa-siwa TTA setiap pekannya dihari jum’at dianjurkan mengumpulkan sedekah berapapun nilainya kepada ustadzah mereka. Setelah dana sedekah terkumpul maka selanjutkan akan diwujudkan dalam bentuk barang untuk disalurkan kepada masyarakat sekitar semisal masjid atau lembaga pendidikan sekolah. Terhitung ketika artikel ini ditulis, ada 2(dua) lembaga pendidikan setingkat TK di sekitar sekolah berkenan menjadi tempat kegiatan sedekah jum’at yang baik ini. Setiap pagi di hari jum’at, pelaksanaan kegiatan sedekah jum’at ini selalu dipandu oleh ustadzah mereka. Seusai mereka belajar hafalan tahfidz bersama, mereka berdiri berbaris di halaman sekolah dengan tertib dan rapi, siap-siap berjalan menuju sekolah sekitar. Sesampai tujuan mereka berkenalan dengan siswa kemudian memberikan langsung makanan sedekah jum’at tersebut. Diahayu Murchita selaku kepala Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah menyampaikan 3(tiga) hal tentang maksud dan tujuan kegiatan jum’at sedekah ini : Membiasakan anak berbagi terhadap sesama Mengajak anak mengenal…