Dunia Anak

Asri Tempatnya, Hangat ukhuwatnya

Adalah sabtu, 30 September 2017 Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Yogyakarta (selanjutnya YPWIY) memiliki hajatan menarik dan berkesan. Program yang telah berjalan memasuki tahun kedua ini  bertujuan untuk menguatkan ukhuwah antara pengurus dan guru unit di bawah naungan YPWIY beserta keluarga. Sempat ditunda 1(satu) bulan pelaksanaannya, kegiatan yang dirangkai dengan musyawarah rutin bulanan dan arisan ini, akhir bulan desember ini dengan izin Allah bisa terlaksana. Menariknya, kegiatan lebih bisa meriah dengan suasana lebih kekeluargaan penuh keakraban. Karena selain bertambah dari sisi kuantitas jumlah peserta, juga karena diikuti semua perwakilan unit di bawah naungan YPWIY, baik Taman Tahfidz Anak (TTA 01-03), Madarasah Ibitidaiyah Al Wahdah (MIA), Pondok Mahasiswa Al Madinah Nusantara (PMAN), Pondok IT Al Madinah dan juga Pesantren Masyarakat (PesMas) Gunungkidul. Begitu pula kehadiran sebagian besar pengurus YPWIY dan keluarga … alhamdulillah. Mengambil lokasi di wilayah utara Sleman, tepatnya Karangasri Fishing Valley acara berjalan lancar. Dalam sambutan ketua umum YPWIY, Ustadz…

Dunia Orang Tua

Medrese, Mekteb, Tekke

Dalam tulisannya, Badiuzzaman Said Nursi meminta kepada Sultan agar memperhatikan pendidikan kawasan Anantolia bagian Timur. Said Nursi juga menyampaikan gagasan reformasi pendidikan. Inti dari reformasi pendidikan yang disampaikan oleh Said Nursi ada pada penyatuan tiga pilar pendidikan yang cocok bagi warga Turki Ustmani, yaitu MEDRESE sebagai pilar pendidikan agama, MEKTEB sebagai pilar pendidikan umum, dan TEKKE sebagai lembaga sufi (tazkiyatun nufus -red) yang menjadi pilar penyucian ruhani Itulah sepenggal ide besar seorang Badiuzzaman Said Nursi, dalam koran Sark ve Kurdistan Gazetesi atau Surat Kabar Kurdistan dan Timur, setelah upaya sebelumnya menemui jalan buntu (menulis surat langsung, menghubungi orang-orang terdekat Sultan, hingga berdialog dengan Menteri Pendidikan saat itu). Demikianlah yang dikutip dalam Buku Api Tauhid.   Ide Besar yang sederhana, namun memerlukan energi besar dan jalan panjang berliku penuh tantangan untuk mewujudkannya. Menyatukan, atau istilah lain “men-sinergi-kan” tiga elemen penting manusia dalam institusi pendidikan yang mencakup fungsi: medrese, mekteb, dan tekke….

Diary Guru

Mendidik Sejatinya Memudahkan

Manusia, siapapun ia, tidak bisa lepas dari sosok sang pendidik. Tengoklah bayi merah yang baru lahir, bisa apa ia? Lalu tengoklah kita masing-masing hari ini, bisa apa kita? Suatu fakta tak terpungkiri bedanya kita saat lahir dan kita hari ini. Pertanyaannya adalah: apakah semua itu kita tempuh secara otodidak? Sungguh naif jika kita berkembang hingga hari ini tanpa sosok pengajar. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, GURU sebagai kata benda merupakan orang yang pekerjaannya (mata pencaharian, profesinya) mengajar. Jadi mereka, lebih dari satu orang pastinya, yang mengajarkan kepada kita segala hal adalah guru-guru kita. Tidak sedikit guru utama dan pertamanya adalah orang-tuanya sendiri. Mengajar, mendidik sejatinya mempermudah segala hal. Bagi seorang tak berilmu, tak terdidik, susahlah segala sesuatunya, rumit, njlimet, pokoknya pelik. Saya tidak tau gimana ceritanya ketukan saya pada layar hp ini lalu berubah jadi teks.. lalu bisa dikirim ke media online seperti WA dan lainnya, setau saya pokoknya rumit,…

Diary Guru

Siapa Sedekah, Siapa Senang?

Alhamdulillah kegiatan Jum’at Sedekah Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah rutin berjalan. Siswa-siwa TTA setiap pekannya dihari jum’at dianjurkan mengumpulkan sedekah berapapun nilainya kepada ustadzah mereka. Setelah dana sedekah terkumpul maka selanjutkan akan diwujudkan dalam bentuk barang untuk disalurkan kepada masyarakat sekitar semisal masjid atau lembaga pendidikan sekolah. Terhitung ketika artikel ini ditulis, ada 2(dua) lembaga pendidikan setingkat TK di sekitar sekolah berkenan menjadi tempat kegiatan sedekah jum’at yang baik ini. Setiap pagi di hari jum’at, pelaksanaan kegiatan sedekah jum’at ini selalu dipandu oleh ustadzah mereka. Seusai mereka belajar hafalan tahfidz bersama, mereka berdiri berbaris di halaman sekolah dengan tertib dan rapi, siap-siap berjalan menuju sekolah sekitar. Sesampai tujuan mereka berkenalan dengan siswa kemudian memberikan langsung makanan sedekah jum’at tersebut. Diahayu Murchita selaku kepala Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah menyampaikan 3(tiga) hal tentang maksud dan tujuan kegiatan jum’at sedekah ini : Membiasakan anak berbagi terhadap sesama Mengajak anak mengenal…

Diary Guru

Gebyuran

“Ada tiga unsur yang menyebabkan terjadinya kebakaran, yakni material, udara, dan sumber api…” Kalimat di atas adalah cuplikan penjelasan dari UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman ketika Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah Yogyakarta berkunjung kesana. Materi tidak hanya disampaikan secara monoton, namun dengan sajian yang asyik dan menyenangkan. Acara yang diadakan pada Hari Kamis, 2 November 2017 ini diikuti oleh para santri dengan sangat antusias. Mereka tampil dengan percaya diri menjadi petugas pemadam kebakaran, memakai seragam dan segala perlengkapan yang disediakan. Agenda kunjungan ini semakin terasa menarik ketika beberapa ustadzah dan santri melakukan simulasi sederhana memadamkan api dengan karung goni basah. Namun, nampaknya para santri paling tertarik dengan acara simulasi pemadaman api besar atau “gebyuran” sebagai penutup kunjungan ini. Beginilah kami belajar, melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. (Intan Kumalasari)