Diary Guru

Firasat Pendidik

“Sungguh, aku melihat Allah telah menghidupkan cahaya di hatimu. Maka janganlah engkau memadamkannya dengan gelapnya maksiat”. Itu kalimat yang terlontar dari seorang pendidik kepada calon didikannya. Iya.. masih calon. Karena keduanya baru saja bertemu jasad. Meski baru saja bersua, sekilas sahaja, namun firasat indah sang pendidik menghenyak dengan keluarnya kalimat menyejarah itu. Sang calon murid barusaja duduk bersimpuh mengeluarkan hafalannya dihadapan sang guru. Lalu guru itupun “melihat cahaya” pada muridnya. Merekalah Imam Malik dan Imam Syafi’i rahimahullah sedang mempertontonkan adegan yang menyejarah indah. Pada lompatan kapasitas jauh tak sepadan. Antara mereka para imam dan kita ma’mum lagi awam hari ini, ditambah kemalasan dan kadang terselip kepongahan dari kita, khususnya saya. Maka hendaklah seorang pendidik bisa melihat cahaya pada peserta didiknya. Cahaya berkilau yang dibawa para didikan itu. Usaha carilah kilauan indah itu disebalik buramnya kepekaan hati kita, keruhnya jiwa kita. Bukankah setiap anak adalah bintang? Pernahkah kita menghardik ganas bak…

Dunia Orang Tua

SPS Tahfidz Anak Al Madinah, Asri tempatnya, Qur’ani Pendidikannya

Memiliki anak Sholih merupakan impian setiap orangtua. Berbagai upaya rela ditempuh guna tujuan yang satu tersebut. Termasuk salah satu yang ditempuh banyak dari para orangtua adalah menyekolahkan generasi penerusnya ke sekolah pada usia dini. Bagi pribadi penulis, hal tersebut tak ada salahnya. Bahkan adalah sesuatu yang baik bahkan merupakan tindakan yang tepat, bila dapat memilih sekolah dengan bentuk pendidikan yang tepat untuk putra putrinya. Nah, berbicara pendidikan sekolah apa yang cocok untuk anak usia dini? Pendidikan Al Qur’an adalah jawabannya. Karena ia bertumpu pada sumber istimewa nan mulia, kitab suci dari Rabb semesta alam raya. Tak itu saja, al Qur’an memiliki fungsi yang pasti dan teruji. Teruji karena telah banyak terlahir generasi shalih pilihan dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, dari zaman ke zaman dari rahim pendidikan Al Qur’an ini. Adapun fungsi Al Qur’an, telah Allah jelaskan sendiri dalam firman-Nya berikut; لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ…

Diary Guru

Siapa Yang Belajar, Siapa Pula Yang Diajar

ustadz doaka(n) saya jadi hafizh Quran Makjleb. Seakan tertampar diri ini atas kiriman foto tersebut. Mukmin 1 adalah istilah yang digunakan untuk menyebut Kelas 1 di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (sekolah dasar) di tempat kami. Jadi usia anak itu sekitar 7 tahun. Dengan gurat tulisan polosnya, ia mengungkapkan isi hatinya. Memang tahfizhul-qur’an menjadi salah satu elemen pokok kami didalam membersamai mendidik generasi. Dan tidak ada istilah “terlalu dini” untuk urusan Qur’an. Jika di ilmu lain boleh jadi ada pertimbangan umur dan psikologis, misal kapan berhitung diajarkan, kapan membaca, perkalian atau fisika. Namun untuk tahfizhul-qur’an, tidak ada istilah terlalu dini bagi kami. Bahkan sejak dalam kandungan pun, qur’an seharusnya sudah mulai diperkenalkan, bahkan mungkin sejak jauuh sebelum itu. Tinggal teknis masalah “caranya” saja yang perlu dipertimbangkan. Kembali ke foto tadi. Sungguh itu adalah buku kontrol tahfizh quran apa adanya. Tampak kumal, tapi justru itu penanda ia sering dipegang dan dipakai. Apakah Al-Qur’an…

Diary Guru

Darimu, Aku Belajar Mengagungkan Allah

Termasuk sebuah karunia indah manakala ketika kita memiliki ilmu, kita mampu mengamalkan. Dan sebaliknya termasuk musibah bilamana kita sulit mengamalkan ilmu yang kita miliki, wal iyyadzu billah. Dan terkadang kemudahan mengamalkan itu, tentunya setelah taufik dari Allah, terkadang cara dan sarananya beragam. Bisa jadi karena buku bacaan yang kita baca, baik ketika awal kali membacanya maupun yang kesekian kalinya baca baru termotivasi untuk mengamalkan. Adapula melalui peristiwa yang kita alami maupun yang kita saksikan baru menggugah kita untuk beramal. Hal terakhir inilah yang terjadi pada diriku saat itu. Kejadian menurut orang umum biasa, tapi tidak bagi saya. Lantunan sayup-sayup suara dari anak-anak Taman Tahfidz Anak saat bermain di waktu Istirahat tersebut, terdengar indah menenangkan di telingaku, merasuk dalam ke relung hatiku. Kalimat thayyibah tersebut, tidak asing bagi saya, begitu pula tidak asing bagi manusia dewasa. Bahkan dari sisi kefasihan melafalkan dan pengetahuan keutamaannya pun, kita lebih baik dari mereka in…

Dunia Orang Tua

Lagi!YPWIY Qurban Peduli Pendidikan, Lagi-lagi Raih Makna Pendidikan Qurban

Senin, 13 Dzulhijjah 1438 H atau bertepatan tanggal 04 September 2017 M adalah hari tasyriik terakhir sekaligus hari pungkasan waktu penyembelihan hewan Qurban YPWIY di sekolah Al Wahdah. Sebelumnya secara berturut-turut melakukan kegiatan yang sama di 3(tiga) lokasi yang berbeda. Hari pertama Yaumun Nahr ini yaitu pada hari Jum’at, 10 Dzulhijjah 1438H, kegiatan meneladani pengorbanan nabi Ibrahim ini berlokasi di Gunungkidul. Tepatnya di sekitar Pesantren Masyarakat Al Madinah, Pager Logandeng Gunungkidul. Ada 1 (satu) Sapi dan 3 (ekor) kambing disembelih di daerah yang mana oleh ustadz Wahyono, dai setempat menginfokan sebagai daerah rawan pemurtadan ini.  Ada makna pentingnya pendidikan aqidah di sana. Hari selanjutnya, Ahad, 12 Dzulhijjah 1438 H bertempat di wilayah paling utara DIY yaitu Pondok IT Al Madinah. Hewan Qurban sebanyak 4(ekor) kambing dijagal oleh santri-santri pondok pimpinan ustadz Irhamullah ini. Penyembelihan di Pondok IT Al Madinah yang mayoritas santri-santrinya kurang mampu ini, ada banyak makna pendidikan Qurban…