Diary Guru

Memilih Amalan Terpilih

Bisa memilih itu keutamaan dan kebahagiaan. Kenapa? itu berarti kita diberi kelebihan dengan sesuatu sehingga dengannya kita memiliki lebih dari 1 (satu) pilihan. Bahagianya dimana? Ya, saat memiliki beberapa pilihan tadi, bisa memilih mana yang paling pas di hati, mana yang paling bisa membuat hati adem, tenang dan bahagia, iya kan? Apalagi kalau amalan itu amalan pilihan dan dalam waktu dan suasana yang sangat dibutuhkan, sebagaimana yang Allah firmankan berikut ; (وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ) Artinya : “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (Q.S. Al Munafiqun : 10) Alhamdulillah adanya karunia hidup berarti kita berada…

Dunia Orang Tua

Medrese, Mekteb, Tekke

Dalam tulisannya, Badiuzzaman Said Nursi meminta kepada Sultan agar memperhatikan pendidikan kawasan Anantolia bagian Timur. Said Nursi juga menyampaikan gagasan reformasi pendidikan. Inti dari reformasi pendidikan yang disampaikan oleh Said Nursi ada pada penyatuan tiga pilar pendidikan yang cocok bagi warga Turki Ustmani, yaitu MEDRESE sebagai pilar pendidikan agama, MEKTEB sebagai pilar pendidikan umum, dan TEKKE sebagai lembaga sufi (tazkiyatun nufus -red) yang menjadi pilar penyucian ruhani Itulah sepenggal ide besar seorang Badiuzzaman Said Nursi, dalam koran Sark ve Kurdistan Gazetesi atau Surat Kabar Kurdistan dan Timur, setelah upaya sebelumnya menemui jalan buntu (menulis surat langsung, menghubungi orang-orang terdekat Sultan, hingga berdialog dengan Menteri Pendidikan saat itu). Demikianlah yang dikutip dalam Buku Api Tauhid.   Ide Besar yang sederhana, namun memerlukan energi besar dan jalan panjang berliku penuh tantangan untuk mewujudkannya. Menyatukan, atau istilah lain “men-sinergi-kan” tiga elemen penting manusia dalam institusi pendidikan yang mencakup fungsi: medrese, mekteb, dan tekke….

Diary Guru

Mendidik Sejatinya Memudahkan

Manusia, siapapun ia, tidak bisa lepas dari sosok sang pendidik. Tengoklah bayi merah yang baru lahir, bisa apa ia? Lalu tengoklah kita masing-masing hari ini, bisa apa kita? Suatu fakta tak terpungkiri bedanya kita saat lahir dan kita hari ini. Pertanyaannya adalah: apakah semua itu kita tempuh secara otodidak? Sungguh naif jika kita berkembang hingga hari ini tanpa sosok pengajar. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, GURU sebagai kata benda merupakan orang yang pekerjaannya (mata pencaharian, profesinya) mengajar. Jadi mereka, lebih dari satu orang pastinya, yang mengajarkan kepada kita segala hal adalah guru-guru kita. Tidak sedikit guru utama dan pertamanya adalah orang-tuanya sendiri. Mengajar, mendidik sejatinya mempermudah segala hal. Bagi seorang tak berilmu, tak terdidik, susahlah segala sesuatunya, rumit, njlimet, pokoknya pelik. Saya tidak tau gimana ceritanya ketukan saya pada layar hp ini lalu berubah jadi teks.. lalu bisa dikirim ke media online seperti WA dan lainnya, setau saya pokoknya rumit,…

Dunia Orang Tua

Tanda Lahirnya Generasi Baru

Menarik dikaji bahwa RasuluLlah shallaLlahu alaihi wa sallam menggambarkan umat ini akan terjangkit “Al Wahn“. Wa mal wahn yaa RasulaLlah? Apa “Al Wahn” itu wahai Rasuulullah ?, tanya para sahabat. Secara bahasa, para sahabat paham bahwa makna al wahn adalah kelemahan. Namun nampaknya RasuluLlah shallallahu alaihi wa sallam ingin menyampaikan istilah baru. Al Wahn, kata Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam, adalah cinta dunia dan takut mati. Menarik pula kalau kita lihat istilah Al Wahn dalam Al Qur’an. Di Surat Luqman dan Surat Maryam. Yang satu tentang ibu hamil yang kondisinya “wahnan ‘alaa wahnin” alias lemah yang bertambah-tambah. (وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ) Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya…

Diary Guru

Paduan Wadud dan Qowam

“nikahilah wanita yang al-wadud dan al-walud” Jangan ge-er gedhe rasa akan dibahas terkait pernikahan, persiapan dan detik-detik akadnya, deg-deg-an degup jantung, hingga malam pertama. Ketahuan kalau anda jomblo akut, istri melow, atau suami baper. Namun ijinkan sedikit kita membahas tentang parenting, konsep pendidikan anak, yang berarti selangkah lebih jauh daripada urusan pernikahan. Mari melangkah …   Konsep Islamic-Parenting sesungguhnya bermuara pada konsep Nabi/Rasul shallaLlahu ‘alaihi wasallam di dalam mendidik umatnya. Tarbiyah nabawiyah bersumber dari wahyu Ilahiyah akan pasti sukses diterapkan dalam lingkup keluarga kecil kita. Anda percaya? Bisa iya, bisa tidak.   Sejarah individu, masyarakat kecil, hingga peradaban besar pendahulu kita yang shalih telah membuktikannya. “Ketidakpercayaan” kita dengan segala tingkatnya atas konsep wahyu dan nubuwah itu tidak akan merubah tinta emas sejarah, bahwa telah lahir, terdidik dan mewujud generasi kuat nan shalih mengatur urusan bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran. Jangan jadi generasi kuper, kurang perhatian atas sejarah besar pendahulunya….