Dunia Orang Tua

Ramadhan Mengajar

Puasa adalah bulan tarbiyah atau pendidikan. Banyak nilai-nilai tarbiyah yang mulia yang bisa direngkuh darinya. Barang siapa yang kurang mampu mengambil nilai-nilai tersebut maka bisa dikatakan ia serugi-rugi manusia. Kenapa? Karena ia sudah diberi kesempatan menjumpai ramadhan, yang mana ada banyak sekali manusia yang tak diberi kesempatan sepertinya tersebab karena ajal kematian yang sudah menjemput. Tetapi kesempatan mahal ini ia tak mampu mengambilnya dengan baik. Sangat merugi, jika dengan adanya bulan Ramadhan ia tak bisa mengambil manfaat, maka bagaimana ia bisa diharap mengambil manfaat pada bulan-bulan selainnya. Apa sih pelajaran dari bulan ramadhan? Banyak sekali tentunya, diantaranya adalah sebagai berikut; 1. Melatih kesabaran. Seorang yang berpuasa berarti siap untuk berlapar dahaga semenjak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Bersabar kali kesempatan ini sangat menarik. Karena ia bukan bersabar terhadap sesuatu yang sejatinya di luar ramadhan dilarang, tetapi sesuatu yang halal dan boleh di luar ramadhan. Tetapi di bulan ramadhan ia dilarang…

Nasihat

Hal yang Dianjurkan Ketika Berpuasa

Dianjurkan bagi yang berpuasa untuk memerhatikan perkara-perkara berikut ; 1. Sahur Sebagaimana sabda shallallahu ‘alaihi wasallam : تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ (رواه البخاري برقم ١٩٢٣ ، ومسلم برقم ١٠٩٥  )   “Makan sahurlah kalian, karena di dalam sahur ada keberkahan”. (H.R. Bukhori no. 1023) dan Muslim no. 1095. Makan sahurlah walau hanya dengan seteguk air. Dan waktu sahur bermula dari tengah malam sampai terbit fajar. 2. Mengakhirkan Sahur. Sebagaimana hadits Zaid bin Tsabit –radhiyallahu ‘Anhu– berkata :   تَسَحَرْنَا مَعَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم ، ثم قمنا إلى الصلاة ، قلت : كم كان قدر ما بينهما؟ قال : خمسين آية (رواه البخاري برقم ٥٧٥ ، ومسلم برقم ١٠٩٧ ، واللفظ لمسلم ) “Kami sahur bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, kemudian kami menunaikan shalat, saya berkata : Berapa jarak antara keduanya -sahur dengan shalat-? berkata : lima puluh ayat” (H.R. Bukhori no. 575) dan Muslim no.1097 dan…

Dunia Orang Tua

Seharusnya dalam Setiap Lelah

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya lelah. Munculnya lelah pun antara satu orang dengan yang lain pasti berbeda. Ada yang lelah karena aktifitas pekerjaan tiap hari yang tak kunjung selesai bahkan cenderung bertambah, baik kualitas maupun kuantitasnya. Ada yang mengalami kelelahan dalam berfikir dan ada pula yang lelah kondisi fisik atau badannya. Ketika lelah menyapa, banyak dari kita menghadapinya dengan istirahat sejenak atau mencari aktifitas lainnya yang lebih ringan atau menghibur, seperti bernasyid, jalan-jalan, rekreasi dan lain sebagainya. Itu semua adalah hal yang sah-sah saja dilakukan. Asal tidak melanggar syariat Allah dan dilakukan seperlunya. Sebenarnya jika kita mau mengkaji dan menelisik lebih jauh tentang bagaimana menyikapi keadaan lelah ini. Maka kita akan menemukan cara cerdas menyikapi dan melewati kondisi lelah ini. (وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا) Artinya : “Janganlah…

Nasihat

Doa Orang Shalih agar Dikaruniai Anak yang Shalih

Orang-orang yang shalih mengetahui dan meyakini hidayah sepenuhnya ada di tangan Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan para nabi pun tidak berkuasa untuk memberikan hidayah bagi orang-orang tercintanya, anak dan istrinya. Allah semata lah yang berkuasa memberi hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki Nya. Karenanya, orang-orang yang shalih senantiasa berdoa dan menggantungkan harapan kepada Sang Penggenggam hati agar Dia mengaruniakan kepada mereka anak dan keturunan yang shalih, barakah dan dijauhkan dari segala keburukan. وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. al Furqan : 74) Berikut ini beberapa contoh doa tulus dari lisan para anbiya, pemukanya orang-orang shalih agar Allah mengaruniakan kepada mereka anak-keturunan yang shalih. Doa-doa indah ini Allah abadikan dalam Al Quran. Nabi Ibrahim ‘alahissalam…

Nasihat

Alasan Apa Lagi agar kita mau berkontribusi dalam perjuangan Agama

{ لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ } “Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. at-Taubah:91) Allah memberikan ‘uzur (ma’af) kepada mereka yang memiliki kriteria dalam ayat ini untuk tidak berjuang membela agama. Begitu juga pada ayat ke 92 berikut: { وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ…} “dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu“. Mereka itu: Orang  lemah… Orang sakit……