Diary Guru

Jembatan Kemudahan

Termasuk rutinitas di Madarasah Ibtidaiyah Al Wahdah adalah melaksanakan shalat 5(lima) waktu. Bagi siswa laki-laki menunaikannya secara berjama’ah di masjid. Berhubung fasilitas masjid di madarasah belum ada, maka seluruh ustadz dan siswa mulai kelas 4 (empat) mengerjakannya di masjid yang ada di perkampungan warga sekitar sekolah. Secara jarak, antara madarasah dengan masjid warga memang tidaklah jauh, cukup bisa ditempuh dengan jalan kaki beberapa menit saja. Bahkan jika kita ingin lebih cepat sampai masjid, kita bisa mengakses jalan pintasnya, melalui jalan yang sebagiannya sempit dan melalui titian jembatan, itulah rutinitas warga sekolah dalam menunaikan kewajiban shalat dhuhur. Berjalannya waktu, akses jalan pintas tersebut, khususnya titian jembatan lambat laun mulai rapuh, bahkan sebagian bambunya rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Dari sinilah kisah menakjubkan penulis bermula. Kenapa? Karena ternyata yang memperbaiki jembatan itu adalah siswa-siswa MI Al Wahdah. Dengan arahan walikelas 5(lima) ustadz Rohmadi, M.Pd., jembatan tersebut kini berubah menjadi baru dan…

Dunia Orang Tua

Kuatkan Komitmen, YPWIY Datangkan SDM Berkualitas

Semester baru ada semangat baru. Begitulah kira-kira gambaran suasana pendidikan sekolah Al Wahdah Yogyakarta. Pihak sekolah dengan masing-masing unit baik Taman Tahfidz Anak (TTA) dan Madarasah Ibtidaiyyah (MI) Al Wahdah menyambut semester baru dengan persiapan matang dan strategi terukur yang sudah digodog dalam rapat kerja (raker) di sela-sela liburan siswa. Suasana yang sama bahkan lebih juga terjadi dalam lingkup pengurus Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Yogyakarta (YPWIY). Hal ini terlihat dari tambahan SDM pendidik yang dihadirkan di semester genap ini. Bahkan tercatat ada 2(dua) SDM sekaligus bergabung dalam dewan guru Madarasah Ibtidaiyyah Al Wahdah dalam awal semester dua ini… Walhamdulillah. Bila menilik latar belakang pendidikan ke dua pendidik baru tersebut, maka akan terbaca komitmen kuat pengurus YPWIY dalam mewujudkan visi lembaganya yaitu terwujudnya lembaga pendidikan syar’i dan profesional. Ustadz Abu Ayub selaku ketua YPWIY ketika dikonfirmasi penulis tentang dihadirkannya pendidik baru bernama Busur Ali, S.Pd., yang memiliki kompetensi spesial dibidang Al…

Dunia Anak

Asri Tempatnya, Hangat ukhuwatnya

Adalah sabtu, 30 September 2017 Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Yogyakarta (selanjutnya YPWIY) memiliki hajatan menarik dan berkesan. Program yang telah berjalan memasuki tahun kedua ini  bertujuan untuk menguatkan ukhuwah antara pengurus dan guru unit di bawah naungan YPWIY beserta keluarga. Sempat ditunda 1(satu) bulan pelaksanaannya, kegiatan yang dirangkai dengan musyawarah rutin bulanan dan arisan ini, akhir bulan desember ini dengan izin Allah bisa terlaksana. Menariknya, kegiatan lebih bisa meriah dengan suasana lebih kekeluargaan penuh keakraban. Karena selain bertambah dari sisi kuantitas jumlah peserta, juga karena diikuti semua perwakilan unit di bawah naungan YPWIY, baik Taman Tahfidz Anak (TTA 01-03), Madarasah Ibitidaiyah Al Wahdah (MIA), Pondok Mahasiswa Al Madinah Nusantara (PMAN), Pondok IT Al Madinah dan juga Pesantren Masyarakat (PesMas) Gunungkidul. Begitu pula kehadiran sebagian besar pengurus YPWIY dan keluarga … alhamdulillah. Mengambil lokasi di wilayah utara Sleman, tepatnya Karangasri Fishing Valley acara berjalan lancar. Dalam sambutan ketua umum YPWIY, Ustadz…

Dunia Orang Tua

Medrese, Mekteb, Tekke

Dalam tulisannya, Badiuzzaman Said Nursi meminta kepada Sultan agar memperhatikan pendidikan kawasan Anantolia bagian Timur. Said Nursi juga menyampaikan gagasan reformasi pendidikan. Inti dari reformasi pendidikan yang disampaikan oleh Said Nursi ada pada penyatuan tiga pilar pendidikan yang cocok bagi warga Turki Ustmani, yaitu MEDRESE sebagai pilar pendidikan agama, MEKTEB sebagai pilar pendidikan umum, dan TEKKE sebagai lembaga sufi (tazkiyatun nufus -red) yang menjadi pilar penyucian ruhani Itulah sepenggal ide besar seorang Badiuzzaman Said Nursi, dalam koran Sark ve Kurdistan Gazetesi atau Surat Kabar Kurdistan dan Timur, setelah upaya sebelumnya menemui jalan buntu (menulis surat langsung, menghubungi orang-orang terdekat Sultan, hingga berdialog dengan Menteri Pendidikan saat itu). Demikianlah yang dikutip dalam Buku Api Tauhid.   Ide Besar yang sederhana, namun memerlukan energi besar dan jalan panjang berliku penuh tantangan untuk mewujudkannya. Menyatukan, atau istilah lain “men-sinergi-kan” tiga elemen penting manusia dalam institusi pendidikan yang mencakup fungsi: medrese, mekteb, dan tekke….

Dunia Orang Tua

Bukan Sekadar Memanah

Memanah bukan sekadar melesatkan anak panah dari busurnya. Ada nilai pelajaran mahal dari kegiatan yang dalam bahasa arab disebut  rimayah ini. Salah satunya yaitu sebagai sarana ta’dib atau penanaman nilai adab kepada para peserta. Ustadz Adi Bayu Nugroho selaku pelatih ekstra unggulan sekolah yang juga merupakan atlit nasional memanah berkuda ini menyampaikan bahwa siswa perlu mengetahui adab-adab memanah terlebih dahulu. Baik materi adab pemanah muslim secara umum, maupun adab terhadap para guru, para ahli, para senior dan rekan-rekannya sesama pemanah. Berikut terkait materi adab-adab sebelum memanah hasil  rangkuman dari berbagai kitab panahan peradaban Islam yang beliau bagian kepada pemerhati pendidikan di sekolah Al Wahdah. Adab dan Akhlak terhadap Guru, Ahli, Senior: 1. Rendah hati dan hormat dalam bersikap kepada guru, ahli, dan senior. 2. Sopan dan ramah dalam berbicara kepada guru, ahli, dan senior. 3. Memahami kebiasaan, adat istiadat, tata krama, perilaku keseharian maupun tata cara pelatihan guru, ahli, dan…