Diary Guru

Darimu, Aku Belajar Mengagungkan Allah

Termasuk sebuah karunia indah manakala ketika kita memiliki ilmu, kita mampu mengamalkan. Dan sebaliknya termasuk musibah bilamana kita sulit mengamalkan ilmu yang kita miliki, wal iyyadzu billah.

Dan terkadang kemudahan mengamalkan itu, tentunya setelah taufik dari Allah, terkadang cara dan sarananya beragam. Bisa jadi karena buku bacaan yang kita baca, baik ketika awal kali membacanya maupun yang kesekian kalinya baca baru termotivasi untuk mengamalkan. Adapula melalui peristiwa yang kita alami maupun yang kita saksikan baru menggugah kita untuk beramal. Hal terakhir inilah yang terjadi pada diriku saat itu.

Kejadian menurut orang umum biasa, tapi tidak bagi saya. Lantunan sayup-sayup suara dari anak-anak Taman Tahfidz Anak saat bermain di waktu Istirahat tersebut, terdengar indah menenangkan di telingaku, merasuk dalam ke relung hatiku. Kalimat thayyibah tersebut, tidak asing bagi saya, begitu pula tidak asing bagi manusia dewasa. Bahkan dari sisi kefasihan melafalkan dan pengetahuan keutamaannya pun, kita lebih baik dari mereka in sya Allah. Namun bila diukur dari sisi pengamalannya, lebih-lebih dari sisi kualitas mengamalkannya, bisa jadi kita perlu belajar seperti mereka.

Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar” itulah kalimat yang terdengar saat itu, dilantunkan sembari bermain dan ekspresi keceriaan menjalaninya. Duh, kiranya aku sudah bisa seperti itu melakukannya. Menghiasi lisan ini dengan dzikir dengan kalimat thayyibah, melakukannya dengan spontanitas dalam setiap kesibukan ataupun saat waktu luang, atau dalam keadaan serius ataupun istirahat dan dilakukan dengan keceriaan dan tanpa paksaan … Ma sya Allah.

Nak,Engkau baru mengetahui beberapa kalimat thayyibah saja begitu antusias mengamalkannya. Aku berharap, mudah-mudahan kelak ketika engkau mengetahui keutamaannya engkau lebih semangat mengamalkannya. Ketika engkau paham ada waktu-waktu istimewa, ada waktu jika amalan dilakukan di dalamnya pahala akan dilipat gandakan, maka engkau pun mampu mengamalkannya dalam setiap keadaanmu … aamin. Lebih-lebih bila engkau bisa lakukan hal tersebut berdasar niatan syiar dan mengagungkanNya. Maka ketahuilah, yang demikian itu adalah tanda sebuah ketakwaaan.

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

Allah berfirman yang artinya : “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati”. (Q. S. Al Hajj : 32)

Nak, darimu aku belajar bagaimana banyak berdzikir mengingatNya, Darimu aku belajar mengagungkan Allah. Semoga … (KI)

 

 

 

Tinggalkan Balasan