Seorang muslim itu setiap perkataan dan prilakunya harus bisa dipercaya dan selalu dalam kerangka kebaikan. Tapi setiap perkataan dan prilaku tak mengharuskan mendatangkan sikap percaya dari semua orang. Nah, berangkat dari sinilah, ada pengalaman yang menarik, yang hendak penulis ceritakan, semoga bisa berbuah pelajaran dan inspirasi. (emotion senyum)

Ini kaitannya dengan kami, selaku panitia penggalangan dana pembangunan 3(tiga) lokal kelas baru untuk gedung Madarasah Ibtidaiyyah (MI) Al Wahdah. Yang dana kebutuhannya tak sedikit, kurang lebih Rp 120 jt perkiraan panitia.

In sya Allah menjadi keyakinan bersama, kalau apa yang panitia usung yaitu niatan membangun gedung adalah bagian dari amal kebaikan. Termasuk broad cast, ramuan kata dan kalimat tentunya. He…he… termasuk tulisan ini.

Tapi itu tadi, tidak setiap perkataan dan prilaku kebenaran itu langsung mendapat kepercayaan. Atau bahasa lainnya belum mendapat kepercayaan. Karena memang bisa jadi belum ada kepercayaan bukan berarti tidak sepakat. Tapi karena memang lebih percaya kepada urusan atau penawaran amal shalih yang lain.

Nah, ketika kami selaku panitia mendapat kepercayaan dari donatur. Maka itu sesuatu baget. Kalau bahasa anak muda sekarang sesuatu bingiitz. (emotion senyum). Kenapa bisa? Ya bisa sekali, karena pihak panitia adalah sekumpulan manusia. Yang memiliki rasa dan tingkat titik jenuh. Kalau penulis boleh jujur, maka jujur saya pekerjaan menggalang dana itu tidak mudah, bahkan terkateogri tantangan berat. Bayangkan saja, kerjaannya minta-minta. Pastinya bagi yang pernah donasi tak lepas dari target, selalu menjadi langganan diminta-minta. Pastinya bosan, sebel dll. (semoga tidak, emotion sambil senyum agak ragu). Sejujurnya kami juga demikian, bahkan lebih tidak nyaman. Karena harus selalu menyapa, dan ujung-ujungnya menawarkan donasi. Yah, khawatir sangat-sangat menganggu. Kalau bukan karena urusan umat, dan keyakinan bahwa panitia donasi sebenarnya membantu orang yang kelebihan harta dalam memaksimalkan amal shalih harta serta memfasilitasi para donatur yang gemar berderma, maka energi kami tidak akan menggebu-gebu seperti seorang yang lajang menaklukkan hati calon mertua he..he..

Langsung saja ke point ceritanya, ketika panitia mendapat kepercayaan donasi dari muhsinin itu sesuatu banget. Itu sangat menambah semangat kami, sangat memberi energi untuk menuntaskan hajat panitia. Lebih-lebih jika donasi dari para walisiswa. Spesial banget dah. (Di sini kami tidak bermaksud mengecilkan peran para donatur non walisiswa, karena mereka juga sudah istimewa dihati kami). Karena menjadi walisiswa itu sudah banyak perannya untuk keberlangsungan lembaga kami, pasti ada kewajiban bayar sana sini. Tapi masih memberikan donasi, nah ini sesuatu bangeets.

Jadi jazaakumullahu khoira pada donatur spesial. Kepercayaan panjenengan adalah inspirasi bagi kami. BaarokaLlaahu fiikum. Semoga ALlah melipatkan, memberkahi, dan memudahkan urusan panjenengan sekeluarga … aamiin. (KI)

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *