Diary Guru

Kuis yang Manis

Setiap kegiatan belajar tidak harus di kelas. Penanaman materi ajar bukan pula harus pada jam belajar. Karena belajar itu setiap waktu, setiap tempat dan dalam kondisi apa saja. Hal inilah yang memerlukan kecerdasan guru dan kreatifitas yang tinggi.

Alhamdulillah hal itu terjadi pada sekolah kami, MI Al Wahdah. Adalah ustadz Busur Ali Al Hafidz, selaku guru tahfidz di madarasah kami, kala itu melakukan kegiatan belajar yang istimewa. Tepatnya saat kondisi area lingkungan sekolah pasca pembangunan gedung baru yang  banyak belum rapi dan bersih. Alhamdulillah siswa dengan sedikit keteladanan dari guru atau ustadznya mampu sigap bersama membantu bekerja. Ya bekerjasama kerjabakti bersama, walhamdulillah.

Disisi lain sebenarnya sudah merupakan sebuah kesyukuran bagi kami, ketika siswa terasah kepeduliannya terhadap lingkungan. Mau bersama kerja bakti, bahkan dilakukan dengan senang hati dan ceria. Karena bermula dari kepedulian itulah nantinya kedepan adalah bekal penting bagi mereka untuk menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan, masyarakat, umat dan bangsa.

Namun kala kegiatan kerjabakti usai. Saat kita butuh istirahat sejenak menghilangkan penat dan letih. Saat duduk-duduk meregangkan otot yang terporsir dikerahkan untuk angkat benda berat. Alhamdulillah ada rezeki tak terduga dari bagian konsumsi bu dhe Waginah, satu minuman segar bergizi in sya Allah bagi masing-masing kita. Seger minumnya walhamdulillah. Jazaakillahu khoira budhe Waginah.

Terus mana pembelajaran kuisnya? Nah, pembelajaran kuis itu terjadi usai mengonsumsi minuman segar tadi. Kala anak-anak telah menghabiskan jatah minuman mereka masing-masing. Terlihat memang dahaga mereka belum hilang benar. Momentum itulah yang membuat ustadz Busur Ali membuat pembelajaran yang menarik, pembelajaran dengan menjawab kuis. Kuis berhadiah minuman segar yang menjadi milik bagian beliau, Ma sya Allah.

Menariknya lagi dari pembelajaran kuis kala itu adalah kuis pertanyaan tentang Al Qur’an. Siapa yang mampu menjawab melanjutkan bacaan ayat yang ditanyakan maka ia yang berhak mendapatkan hadiah sebotol minuman tadi. Tentu saja anak-anak antusias menanti ingin menjawab. Saya yang diminta mengajukan pertanyaan kepada mereka pun sudah memilih ayat-ayat yang ada dalam juz 29 sebagaimana arahan ustadz Busur Ali. Singkat cerita ada beberapa anak yang sudah mampu menjawab soal, sayangnya kurang tuntas sampai 3 ayat berikutnya, sehingga dinyatakan belum laik mendapat hadiah tersebut.

Masa itupun tiba, saat saya lontarkan soal dalam surah Al Haqqoh yang berbunyi :

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

 

yang artinya :

“Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung”

Maka suasana hening sesaat. Terlihat mereka berfikir keras mengingat memori hafalan mereka, seraya mulut mereka mengulang ayat tersebut namun belum mampu menemukan ayat apakah lanjutan ayat di atas.

Adalah ananda Rafa akhirnya menjawab soal tersebut. Soal seperti ini kategori soal sulit, karena ia adalah akhir ayat sebuah surah. Ketika pertanyaannya adalah melanjutkan ayat berikutnya, maka tidak hanya butuh hafal semua ayat dalam setiap surah, namun juga butuh hafal urutan setiap surah. Bagi yang hafal urutan surah maka ia pasti bisa melanjutkan jenis soal seperti di atas. Selamat Andanda Rafa telah mampu menjawab lanjutan ayat di atas dan berhak mendapat hadiah yang dijanjikan. Kuis Al Qur’an, kuis yang manis. (KI)

 

 

 

Tinggalkan Balasan