Dunia Orang Tua

Mawadah

“supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja diantara kalian” (QS Al-Hasyr: 7)

 

Baitul Mal merupakan lembaga yang bertanggungjawab mengawasi pendapatan dan pengeluaran harta untuk didistribusikan dalam berbagai keperluan dan berada dibawah tanggungjawab seorang khalifah, gubernur, atau pemimpin. Dengan menggunakan aturan-aturan yang sesuai dengan perintah Allah yang dapat memperbaiki kualitas hidup umat. [mu’assasah bait al-mal fi shadr al-islam, Munir Hasan Abdul Qadir, dalam Sumbangan Peradaban Islam pada dunia, Raghib As-Sirjani]

 

Baitul Mal merupakan salah satu lembaga penting dalam peradaban Islam. Lembaga ini merupakan satu-satunya lembaga yang dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan umat Islam yang beraneka ragam. Olehnya, Baitul Mal menggabungkan fungsi-fungsi Kementerian Keuangan dan Bank Central dimasa kini.

 

○ ○ ○

 

Rintik hujan pagi itu tidak menyurutkan roda kendaraan dari para pejuang pengendaranya tuk terus melaju. Bahkan guyuran air dingin yang makin deras itu dianggap rahmat dan berkah bagi para pejuang berkendara bermotor tuk terus melaju. Melaju menghadiri musyawarah bertema mengoptimalkan peran ekonomi di lingkungan sekolah dan yayasan.

 

Ya.. pagi yang hujan itu, belasan pejuang pendidikan berkumpul penuh kehangatan ukhuwah, meski dingin menyelimut di luar sana. Berbareng dengan penyerahan simbolis subsidi beasiswa bagi guru yang sedang melanjutkan kuliahnya, diskusi terkait koperasi sekolah dan simpan-pinjam berlangsung lancar. Meski belum terkonsep detil dan final, namun paparan dari tim perintis telah cukup memahamkan bagi sebagian besar peserta musyawarah, diselingi gurauan bumbu-bumbu penikmat diskusi.

 

Walau jalan masih akan panjang dan yakin makin terjal, kami optimis apa yang kami niatkan pagi itu merupakan bagian dari solusi perekonomian umat. Meski masih dalam lingkup sangat kecil dan sederhana, namun cita-cita kami sangatlah besar, sebagaimana Rabb kami Yang Maha Besar, yaitu terwujudnya lembaga keuangan setara Baitul Mal dimasa-masa keemasannya.

 

Pembentukan Baitul Mal di kalangan umat Islam sejak masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam membuktikan ketelitian sistem keuangan Islam sejak kemunculannya. Sehingga wajar jika Baitul Mal terus maju dan berkembang sesuai dengan tuntutan jaman yang beragam. belajar sejarah dengan baik gih.. niscaya akan kita dapati seorang Umar bin Khattab menangis tersedu menyaksikan melimpahnya simpanan Baitul Mal dimasanya, atau saat dimana Umar bin Abdul Aziz sangat kesulitan mencari siapa yang berhak mendapat subsidi dari Baitul Mal saking makmurnya umat kala itu, atau masa lainnya.

 

Tidak lengkap kalau belum menyinggung ilustrasi foto, Grand Bazar atau Kapalıçarşı di Turki, ini penting, hehehe… Gambaran perhatian Islam atas ekonomi umat, sebuah pasar besar yang berdiri kokoh sejak 1455 (limaratus enampuluh dua tahun yang lalu) yang sempurna pembangunannya pada 1461 (sebagaimana terpampang di foto itu), jangan gagal fokus ya. Dimana masyarakat Eropa saat itu masih compang-camping terbelakang, jangankan membangun ekonomi dengan pasar terdiri dari ribuan toko (lebih dari 4000 toko kini), Eropa ngurusi sanitasi saja belum becus, tinggal serumah dengan kandang ternak, masih gelap dah. Sementara peradaban Islam sudah bersinar gemilang.

 

Maka, selamat lahir terwujudnya di alam nyata, setelah beberapa lama bersemayam di dalam asa, koperasi sekolah bernama MAWADAH yang oleh penamanya dipadan-katakan dengan mart wahdah madarasah atau ada usulan spontan mart dan wadiah wahdah. Meski masih rintisan, namun inilah ikhtiar kami saat ini.

 

Mari berpartisipasi aktif membersamai MAWADAH. Semoga Allah meridhai setiap tumbuh kembang MAWADAH, hingga menasional kelak.

 

Meski belum di-launching secara resmi, bagi yang tertarik bisa menghubungi Kepala Sekolah TTA atau MI Al-Wahdah di Sekolah Al-Wahdah, seputaran Jalan Kaliurang Km. 10. (MAB)

Tinggalkan Balasan