Adalah sebuah hal wajar bila manusia itu sedih dan menangis, baik itu anak-anak ataupun bahkan orang dewasa. Apatah lagi jika ditemukan penyebab pengubah suasana hati tersebut.

Kali ini bukan ingin bercerita tentang manusia dewasa yang menangis, tapi hanya hendak bercerita peserta didik yang menangis dalam keadaan yang unik dan bisa diambil pelajaran darinya, in sya Allah.

Kejadiannya, hari Jumat (01/03/2019) pagi hari menjelang siang. Ketika kami di ruang kantor ustaz, terdengar suara tangisan anak, makin lama makin jelas terdengar dan mendekati ruangan kami.

Al Kisah, kejadian tangisan anak begitu unik. Betapa tidak, ternyata yang menangis tidak hanya satu anak atau dua anak, tapi rombongan. Bayangkan kalau anda menemui kejadian seperti ini, pastinya ada perasaan bingung, gugup, dan sekaligus kewalahan, bagaimana cara memulai menenangkan mereka semua. Tangisan mereka begitu serius sampai sesegukan berlinang air mata, sahut menyahut suara sesekali terucap kata-kata namun tak jelas tertangkap telinga.

Sejurus saya temukan caranya, alhamdulilah dalam waktu 15 menit paling lama, suasana terkendalikan bahkan ada sebagian mereka terlihat senyum simpul, dan ada pula yang sampai tampak tertawa lepas.

Bisa jadi cara yang saya tempuh waktu itu, dalam kondisi tersebut efektif dan tepat guna, namun belum tentu dalam kasus yang sama di waktu berbeda menghasilkan hasil yang sama pula. Tapi tidak ada salahnya bila hendak dicoba, siapa tau hasilnya sama.

Pertama, bersikaplah tenang pada mereka dan tampakkan kita mampu menangani mereka. Kedua, hargai mereka, agar mereka membuka diri terhadap anda untuk menyelesaikan masalahnya, tidak mengapa minta izin boleh tidaknya kita bantu menyelesaikan masalah mereka, bila diizinkan teruskan bila tidak jangan sekali-kali memaksakan, karena biasanya berakhir tidak menyelesaikan perkara.
Ketiga, minta mereka tenang, beri waktu menyelesaikan tangisannya dan pahamkan kalau berbicara dan menangis dua hal yang berbeda dan perlu bergantian. Beri waktu mereka untuk menuntaskan tangisan, sesekali dibantu berhenti menangis dengan memberi tips cara berhenti menangis dengan kegiatan mengatur keluar masuk pernapasan dengan perlahan

Biasanya dengan tiga langkah di atas, suasana sudah menjadi tenang. Nah, saat itulah waktu tepat untuk mengetahui apa penyebab tangisan mereka.

Di luar dugaan, alasan mereka cukup menggelikan dan mengundang tawa, ketika saya tanya, “ada apa mbak kok menangis”.

“Ustaz mau tanya, kenapa ya kita kok bisa nangis semua?”, Ucapnya dengan lugu dan penuh kebingungan. Saya pun tidak menjawab pertanyaan, bahkan justru tertawa terhibur, ada-ada saja, ha…ha … (Kang Ihsan)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *