Dunia Orang Tua

Mengajari Anak Menutup Aurat dan Memakai Hijab

Mengajari anak menutup aurat dan memakai hijab (jilbab) hendaklah dilakukan oleh orang tua sejak anak masih kecil. Memotivasi mereka agar memakai hijab sejak kecil agar mereka konsisten dengannya ketika dewasa. Karena itu, untuk hal ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua terhadap sang anak, di antaranya:

Mengajari Anak Menutup Aurat

  1. Tidak boleh memakaikan kepada anak pakaian yang pendek, dan tidak pula celana panjang dan baju (kemeja) secara terpisah (bagi anak perempuan). Sebab tindakan tersebut menyerupai laki-laki dan orang-orang kafir serta sebab terfitnahnya dan tertipunya para pemuda.
  2. Memerintahkan anak untuk memakai penutup di atas kepalanya (kerudung) ketika berusia 7 tahun dan memerintahkan mereka agar menutup wajah mereka dengan cadar ketika mereka telah dewasa (hukumnya sunnah) dan pakaian yang berwarna hitam yang menutupi seluruh tubuh, panjang dan lebar yang dapat memelihara kehormatannya. Inilah Al-Qur’an yang mulia, menyeru wanita-wanita beriman agar mereka mengenakan hijab (jilbab). Allah Subhana wa ta’ala berfirman:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu…” (Q.S. Al-Ahzaab[33]: 59)

Dan Allah melarang wanita-wanita beriman melakukan tabarruj (bersolek untuk selain mahramnya) dan sufur (membuka aurat). Allah Subhana wa ta’ala berfirman:

“….dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang-orang jahiliyah yang terdahulu…” (Q.S. Al-Ahzaab[33]: 33)

  1. Mewasiatkan anak agar berpakaian sesuai dengan jenis kelamin masing-masing, agar ada perbedaaan di antara mereka, juga agar mereka menjauhi model pakaian barat, seperti celana ketat dan yang lainnya dari kebiasaan (budaya) yang berbahaya. Dalam hadits shahih disebutkan:

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki dan melaknat laki-laki yang berperilaku seperti wanita (banci) dan wanita yang berperilaku seperti laki-laki (tomboy).” (H.R. Al-Bukhari)

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari kaum tersebut.” (H.R. Abu Daud)

Demikianlah. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan menerapkan hal-hal tersebut kepada anak-anak kita. Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dan keluarga kita dari kefasikan dan dari azab Neraka. Aamiin…

Wallahua’lam.

_Ustadzah HD_ (Di antara cuaca mendung dan rintik hujan. Jogja, 14/12/2015)

Sumber:

  • Kiat Mencetak Anak Shalih karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.

.

Tinggalkan Balasan