Serial Prophetic Parenting #2
@agung_bramantya

Familylovers.., mewujudkan generasi shalih dan shalihah itu dimulai bahkan saat bakal anak berupa nuthfah bersemayam lembut di Rahim ibunda. Iya nuthfah…, sesaat setelah sel telur berhasil dibuahi oleh sperma pilihan, terpilih dari jutaan (bahkan milyaran) sperma lainnya. Jika sejenak kita merenung betapa satu sperma itu Allah perjalankan, maka betapa mantakjubkannya kuasa Sang Maha Pencipta.

Berikut kisah Abu Thalhah dan Ummu Sulaim yang melegenda. Terlebih sang wanita lembut nan perkasa, Ummu Sulaim, semoga Allah ridha padanya dan kepada kita semua. Namun kisah itu terpaksa tereduksi tersingkat sampai pada fragmen akhirnya, tatkala pagi harinya Abu Thalhah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kejadiannya semalam. Maka sejurus kemudian, Rasul yang mulia langsung mendoakan: “SEMOGA ALLAH MEMBERKAHI MALAM KALIAN BERDUA”. Imam Bukhari mendokumentasikan kisah epic tsb dalam kitab shahihnya, silakan sahabat bisa googling sendiri tersebab terbatasnya jumlah karakter, hehehe.

Mendoakan keberkahan. Demikianlah wejangan Rasulullah saat mendapati curhatan Abu Thalhah atas peristiwa yang dialaminya. Kelak, bayi yang terlahir itu diberi nama Abdullah oleh Baginda Rasul. Abdullah tumbuh dewasa lalu menikah, dan dikaruniai Sembilan Anak yang semuanya hafal Al-Quran, penjaga Kalamullah, Al-Qur’anul-Karim yang berjalan di muka bumi. Sembilan Orang jumlahnya, berkat doa Rasulullah, setelah Karunia Allah tentusaja.

Sahabat.., demikianlah “prophetic parenting” mengajarkan, bahwa doa-doa kebaikan itu harus senantiasa terapalkan, terpanjatkan sejak si-anak masih berupa nuthfah. Sekerat daging, bakal janin, calon generasi penerus kita, harapan mulia setiap ayah dan bunda nantinya. Yang padanya tersemat sejuta harapan, sejuta impian, dan sejuta doa.

Lagi lagi, jangan meremehkan urusan doa itu. “ah, itukan hanya doa di lisan saja”. Eitss… jangan salah, dampaknya bisa panjang. Menentukan perjalanan takdir bakal janin itu nantinya.

Sudahkah kita berdoa hari ini? Nuthfah sepenuh harap.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *