Diary Guru

Sejuta tanyamu Anugerah Bagiku

“Ustadzah, aku mewarnai gambar ustadzah” “Ustadzah, aku suka bilang asssalamualaikum kalau ketemu Ustadzah” “Ustadzah, bunganya harum ciptaan Allah?” “Ustadzah, bunga putri malunya nggak ada ibunya” Sedikit dari sekian banyak celoteh para calon hafidz dan hafidzah ketika kami melaksanakan kegiatan di luar sekolah hari ini, Rabu, 10 Januari 2018. Beragam pertanyaan dan pernyataan yang dilontarkan terkadang membuat ustadzah harus “berpikir keras”, tapi tidak mengapa. Adalah kebahagiaan bagi kami. Semoga Allah berkahi aktivitas kalian dan menjadi tabungan amal kedua orang tua kalian ya calon penolong agama Allah (ustadzah Intan Kumalasari S.Hut)

Informasi

Mencintai dan Meneladani Sepenuh Hati

IBF#27 Yogyakarta. Bertempat di panggung utama Islamic Book Fair # 27 Yogyakarta Sekolah Al Wahdah mengadakan event bedah buku Sirah Nabawiyah Versi Anak. Hal ini sebagai salah satu wujud tanggung jawab sekolah Al Wahdah dalam menghadirkan dan mendekatkan idola yang ideal bagi anak-anak dan juga orangtua di jaman now. Jaman yang ditandai dengan menyampahnya informasi sekaligus juga idola dan tokoh panutan. Tentu sangat lah berbahaya dan memprihatinkan jika anak-anak kita menjadikan tokoh-tokoh yang tidak layak tersebut sebagai panutan. Karenanya, upaya menghadirkan dan mendekatkan sosok panutan yang ideal, khususnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi suatu keniscayaan. Acara dimulai dengan penampilan yang luar biasa dari tim nasyid MI Al Wahdah. Anak-anak  dengan penuh semangat membawakan nasyid Hidup Mulia yang syairnya disusun oleh ustadz Muhammad Fauzan Azima, salah satu pengampu tahfizh sekolah Al Wahdah. Hadir sebagai pembedah pertama ustadz Ridwan Hamidi Lc., M.A., M.P.I. ketua MIUMI DIY, beliau juga sebagai pembina sekolah Al…

Dunia Anak

Asri Tempatnya, Hangat ukhuwatnya

Adalah sabtu, 30 September 2017 Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Yogyakarta (selanjutnya YPWIY) memiliki hajatan menarik dan berkesan. Program yang telah berjalan memasuki tahun kedua ini  bertujuan untuk menguatkan ukhuwah antara pengurus dan guru unit di bawah naungan YPWIY beserta keluarga. Sempat ditunda 1(satu) bulan pelaksanaannya, kegiatan yang dirangkai dengan musyawarah rutin bulanan dan arisan ini, akhir bulan desember ini dengan izin Allah bisa terlaksana. Menariknya, kegiatan lebih bisa meriah dengan suasana lebih kekeluargaan penuh keakraban. Karena selain bertambah dari sisi kuantitas jumlah peserta, juga karena diikuti semua perwakilan unit di bawah naungan YPWIY, baik Taman Tahfidz Anak (TTA 01-03), Madarasah Ibitidaiyah Al Wahdah (MIA), Pondok Mahasiswa Al Madinah Nusantara (PMAN), Pondok IT Al Madinah dan juga Pesantren Masyarakat (PesMas) Gunungkidul. Begitu pula kehadiran sebagian besar pengurus YPWIY dan keluarga … alhamdulillah. Mengambil lokasi di wilayah utara Sleman, tepatnya Karangasri Fishing Valley acara berjalan lancar. Dalam sambutan ketua umum YPWIY, Ustadz…

Dunia Orang Tua

Medrese, Mekteb, Tekke

Dalam tulisannya, Badiuzzaman Said Nursi meminta kepada Sultan agar memperhatikan pendidikan kawasan Anantolia bagian Timur. Said Nursi juga menyampaikan gagasan reformasi pendidikan. Inti dari reformasi pendidikan yang disampaikan oleh Said Nursi ada pada penyatuan tiga pilar pendidikan yang cocok bagi warga Turki Ustmani, yaitu MEDRESE sebagai pilar pendidikan agama, MEKTEB sebagai pilar pendidikan umum, dan TEKKE sebagai lembaga sufi (tazkiyatun nufus -red) yang menjadi pilar penyucian ruhani Itulah sepenggal ide besar seorang Badiuzzaman Said Nursi, dalam koran Sark ve Kurdistan Gazetesi atau Surat Kabar Kurdistan dan Timur, setelah upaya sebelumnya menemui jalan buntu (menulis surat langsung, menghubungi orang-orang terdekat Sultan, hingga berdialog dengan Menteri Pendidikan saat itu). Demikianlah yang dikutip dalam Buku Api Tauhid.   Ide Besar yang sederhana, namun memerlukan energi besar dan jalan panjang berliku penuh tantangan untuk mewujudkannya. Menyatukan, atau istilah lain “men-sinergi-kan” tiga elemen penting manusia dalam institusi pendidikan yang mencakup fungsi: medrese, mekteb, dan tekke….

Informasi

Adab-adab Ketika Turun Hujan

Musim kemarau telah berlalu dan berganti dengan musim penghujan. Satu hal yang patut disyukuri karena Allah Ta’ala masih menurunkan rahmat‐Nya. Hujan merupakan salah satu dari mafatihul ghaib (kunci-kunci perkara gaib) yang hanya diketahui oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada yang mampu mengetahuinya melainkan Allah semata. Allah Ta’ala berfirman, “Dan pada sisi Allahlah kunci kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri” (Al An’aam: 59). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kunci-kunci gaib ada lima, tidak ada yang mengetahuinya melainkan Allah semata. Tidak ada yang mengetahui kejadian di masa depan melainkan Allah semata, tidak ada yang mengetahui apa yang berada di rahim seorang ibu melainkan Allah, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan turunnya hujan melainkan Allah semata. Tidak satupun jiwa mengetahui di mana dirinya akan mati dan tidak ada yang mengetahui kapan terjadi kiamat melainkan Allah semata.” (HR. Bukhari). Terkait dengan hujan, seorang muslim selayaknya mengetahui…