Viral di media sosial perihal sedekah harian 1000 nasi kuning setiap hari kerja selama 1 tahun senin s.d jumat, dengan harga Rp 3.000,00 per porsinya.

Merugikan pedagang sekitar? Tentunya tidak, karena bagi pak Jusuf Hamka, penggagas sedekah harian ini, konsepnya memberdayakan pedagang setempat. Caranya, ia beli setiap hari bergantian dari pedagang dengan harga Rp 10.000,00, kemudian dijual seharga Rp 3.000,00 kepada masyarakat.

Apakah merugikan usaha pria berumur 60 tahunan ini? Beliau menjelaskan bahwa secara matematika maka akan merugi, namun secara spiritual sebagai pribadi muslim sangat-sangat menguntungkan.

Pria yang juga turun langsung dalam melayani program sedekah harian menuturkan motivasi kuat ia bersedekah dengan mengutip pesan almarhum Buya Hamka, ayah angkatnya ; “Nak, harta yang kamu makan, maka akan jadi kotoran,

Harta yang kamu simpan akan jadi rebutan dan warisan,

Harta yang kamu sedekahkan, in sya Allah menjadi tabungan sepanjang masa yang paling abadi di aherat”. Yuk, di zaman milenial ini maka sedekah harian seperti pak Jusuf Hamka ini pantas disebut sedekah milenial.

Mari bersama kami sedekah harian untuk pembangunan Madrasah Al Wahdah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *