Diary Guru

Siapa bilang anak PAUD itu hanya menyanyi dan tepuk-tepuk?

Di TTA Al Wahdah, selain menghafal juz amma, hadist, dan ayat tematik; kami diajari untuk mencintai lingkungan sejak dini, membuang sampah pada tempatnya, menolong diri sendiri dan orang lain yang tentunya selalu didampingi oleh para ustadzah yang senantiasa memberikan senyuman terbaik untuk kami. 🌻

Tidak akan kami biarkan satupun sampah berceceran. Kami anak yang beriman, dan bukankah menyingkirkan duri dari jalan merupakan salah satu cabang keimanan?

Allah telah hamparkan bumi ini sebagai tempat bagi manusia untuk beribadah kepada-Nya, termasuk pula menjaga bumi-Nya.

Teramat sedih melihat berbagai bencana yang melanda. Bisa jadi itu karena lalainya manusia yang menganggap remeh soalan membuang sampah.

Bayangkan saja jika semua orang di muka bumi ini

memiliki pemikiran yang sama. Satu orang membuang satu bungkus plastik di jalan setiap harinya, dikali seluruh jumlah manusia.

Ah, kami tak bisa membayangkan seberapa besar tumpukan sampah yang dibuatnya; yang lantas menyumbat jalan-jalan air hingga meluaplah ia. Apa masih pantas menuntut kepada pemerintah atas kesalahan diri sendiri?

Beruntung pada hari Senin, 8 Januari 2018 kami berkesempatan untuk belajar merawat miniatur hamparan bumi Allah dengan menyapu beberapa bagian di sekolah. Meski ukuran sapu lebih besar dari tubuh kami, kami tetap bersemangat dan pantang menyerah.

Apakah cukup hanya dengan merawat lingkungan saja? Tidak! Satu hal yang tidak boleh terlupa, yaitu senantiasa menumpuk keimanan kepada Allah Sang Penguasa bumi dan langit. Barangkali hati yang keruh memberikan pengaruh terhadap berkahnya air, buah-buahan, dan tanaman di sekitarnya. Wallahu a’lam

(Ustadzah Intan kumalasari)

Tinggalkan Balasan