Diary Guru

Siapa Sedekah, Siapa Senang?

Alhamdulillah kegiatan Jum’at Sedekah Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah rutin berjalan. Siswa-siwa TTA setiap pekannya dihari jum’at dianjurkan mengumpulkan sedekah berapapun nilainya kepada ustadzah mereka. Setelah dana sedekah terkumpul maka selanjutkan akan diwujudkan dalam bentuk barang untuk disalurkan kepada masyarakat sekitar semisal masjid atau lembaga pendidikan sekolah. Terhitung ketika artikel ini ditulis, ada 2(dua) lembaga pendidikan setingkat TK di sekitar sekolah berkenan menjadi tempat kegiatan sedekah jum’at yang baik ini.

Setiap pagi di hari jum’at, pelaksanaan kegiatan sedekah jum’at ini selalu dipandu oleh ustadzah mereka. Seusai mereka belajar hafalan tahfidz bersama, mereka berdiri berbaris di halaman sekolah dengan tertib dan rapi, siap-siap berjalan menuju sekolah sekitar. Sesampai tujuan mereka berkenalan dengan siswa kemudian memberikan langsung makanan sedekah jum’at tersebut.

Diahayu Murchita selaku kepala Taman Tahfidz Anak (TTA) Al Wahdah menyampaikan 3(tiga) hal tentang maksud dan tujuan kegiatan jum’at sedekah ini :

  1. Membiasakan anak berbagi terhadap sesama
  2. Mengajak anak mengenal lingkungan luar sekitar sekolah
  3. Mendekatkan lembaga kita ke lingkungan sekitar baik itu antar lembaga maupun masyarakat.

Dari paparan diatas, penulis sendiri merasa sangat senang, karena program kegiatan TTA tersebut merupakan kegiatan yang sangat baik dan mendidik. Anak-anak tidak hanya dikenalkan dan dibekali dengan ibadah-ibadah yang sifatnya membangun hablum minaLlah atau hubungan kepada Allah semisal shalat, hafalan Al Qur’an dll. Juga distimulus dengan kegiatan meneguhkan simpul hablum minannas atau interaksi ukhuwah sesama manusia semisal sedekah jum’at ini. Karena memang kedua jenis amal ini seyogyanya perlu diupayakan berjalan bersama. Agar peluang menggapai syurga Allah karena rahmatNya ini bisa semakin terwujudkan. Karena kita tidak tahu dari kedua jenis amal itu, mana yang dapat mengundang rahmat dan ridhoNya.

 

Melihat anak-anak dengan tingkah polah imutnya saja sudah merupakan kebahagiaan, apatah lagi bila melihat mereka belajar beramal shalih, berbagi memberi kebermanfaatan dengan teman-teman sekolah lain di sekitar sekolah. Di tambah ekspresi wajah dengan polos, penuh keluguan teriring simpul senyum kebahagiaan, tentunya menambah rasa kebahagiaan berlipat bagi ustadzah yang menyaksikannya. Lebih dari itu tentunya ayahanda dan ibunda mereka pasti lebih berganda bahagianya bila bisa menyaksikan kegiatan sedekah jum’at ini, semoga … aamiin. Nak, Teruslah menghafal tanpa henti dan sedekah berbagilah tanpa nanti, tanpa tapi!. (KI)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan