Dunia Orang Tua

Pendidikan Adab untuk Anak

Pendidikan adab merupakan salah satu pendidikan yang paling utama diberikan kepada seorang anak. Bahkan (seharusnya), sebelum mendalami ilmu, seseorang harus terlebih dahulu mempelajari adab. Dan hal ini pulalah yang dilakukan oleh para salaf dan ulama terdahulu. Di bawah ini beberapa adab yang perlu kita contohkan, ajarkan dan tekankan kepada anak-anak kita, anak didik kita, maupun anak-anak pada umumnya. Semoga dengan menanamkan adab-adab tersebut, anak-anak kita mampu menjadi anak-anak yang beradab, sopan dan santun, lagi lemah lembut pada yang lain. Membiasakan anak untuk menggunakan tangan kanan ketika mengambil, memberi, makan dan minum, menulis, dan menghidangkan jamuan kepada tamu. Mengajarkannya membaca basmalah ketika hendak memulai setiap pekerjaan, terutama ketika makan dan minum, dan hendaknya dilakukan dengan duduk. Kemudian hendaknya mengucapkan alhamdulillah ketika selesai mengerjakannya. Membiasakan anak untuk hidup bersih dengan cara memotong kuku, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, mengajari anak ber-istinja (bersuci dari kotoran) dengan menggunakan air. Hendaklah kita berlemah lembut…

Dunia Anak

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (2)

Berbakti kepada kedua orang tua sangatlah banyak bentuknya. Di bawah ini adalah beberapa amal kebaikan kepada kedua orang tua. Tulisan kali ini merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya Berbakti Kepada Kedua Orang Tua yang telah memuat 17 amal baik. Dan berikut beberapa poin lainnya; Janganlah lebih mengutamakan isterimu atau anakmu atas keduanya dan carilah keridhaan keduanya sebelum yang lain, karena ridha Allah berada dalam keridhaan orang tua dan murka Allah berada pada murka orang tua. Jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari keduanya dan janganlah engkau meluruskan kakimu di hadapan keduanya dengan penuh kesombongan. Janganlah takabbur, engan untuk menyebutkan nasab kepada bapakmu walaupun kalian telah menjadi pejabat besar dan berhati-hatilah untuk mengingkari kebaikan keduanya dan menyakitinya walaupun hanya dengan satu kata. Jangan pelit untuk memberikan nafkah kepada keduanya hingga keduanya menjelaskan kesukaran yang dihadapinya kepadamu karena itu merupakan aib bagimu. Dan kamu akan melihat pada anak-anakmu, karena orang yang durhaka…

Dunia Orang Tua

Tanggungjawab Orang Tua dan Pendidik

Tanggungjawab orang tua dan pendidik terhadap anak-anak dan generasi muda sangatlah besar. Bahkan ketika di akhirat kelak setiap orang tua dan pendidik akan ditanyakan tentang perannya terhadap pendidikan generasi saat ini. Apabila mereka baik dalam mendidik, maka generasi ini akan bahagia dan mereka pun akan bahagia di dunia dan di akhirat. Apabila mereka lalai dalam mendidik, maka generasi akan celaka dan mereka pun akan menanggung dosa. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka…” (Q.S. At-Tahriim: 6) Lalu dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya.” (Muttafaq ‘alaihi) Maka berbahagialah wahai para pendidik dengan sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam, “Demi Allah, seandainya Allah memberikan petunjuk (hidayah) kepada seorang saja melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada unta merah (dunia dan berbagai kenikmatannya).” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim) Dan bergembiralah…

Diary Guru

Aku Ingin Seperti…

Matahari terasa menyengat namun tak menyurutkan semangat kami dan anak-anak untuk terus mempelajari ilmu agama, ilmu yang barasal dari Allah Subhana wata’ala dan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam. Kami duduk melingkar di atas lantai beralaskan tikar plastik meninggalkan bangku kayu yang terlihat kesepian. Siang ini, bersama anak-anak kami menghafalkan Q.S. Al-Fatihah beserta artinya. Di tengah kegiatan menghafal, seorang anak perempuan yang kebetulan duduk tepat di samping kanan kami menatap dengan seksama. “Kenapa sayang?” Tanya kami sembari tersenyum. “Aku mau kayak ustadzah.” Katanya sembari mengambil salah satu ujung cadar kami yang terbuka dan memasangnya agar wajah kami tertutup sempurna. “Mau pakai jilbab seperti jilbab ustadzah. Mau pakai cadar seperti ustadzah.” “Kenapa? Bagus ya?” Tanya kami penasaran. “Iya, bagus. Cantik.” Lalu kami pun tersenyum dan menjelaskan bahwa kelak ketika dia telah dewasa dia wajib mengenakan jilbab. Bukan supaya dia terlihat cantik tapi supaya ia mendapat pahala dari Allah dan dicintai oleh-Nya. Supaya ia…