Dunia Orang Tua

Tanggungjawab Orang Tua dan Pendidik

Tanggungjawab orang tua dan pendidik terhadap anak-anak dan generasi muda sangatlah besar. Bahkan ketika di akhirat kelak setiap orang tua dan pendidik akan ditanyakan tentang perannya terhadap pendidikan generasi saat ini. Apabila mereka baik dalam mendidik, maka generasi ini akan bahagia dan mereka pun akan bahagia di dunia dan di akhirat. Apabila mereka lalai dalam mendidik, maka generasi akan celaka dan mereka pun akan menanggung dosa. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka…” (Q.S. At-Tahriim: 6) Lalu dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya.” (Muttafaq ‘alaihi) Maka berbahagialah wahai para pendidik dengan sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam, “Demi Allah, seandainya Allah memberikan petunjuk (hidayah) kepada seorang saja melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada unta merah (dunia dan berbagai kenikmatannya).” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim) Dan bergembiralah…

Diary Guru

Aku Ingin Seperti…

Matahari terasa menyengat namun tak menyurutkan semangat kami dan anak-anak untuk terus mempelajari ilmu agama, ilmu yang barasal dari Allah Subhana wata’ala dan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam. Kami duduk melingkar di atas lantai beralaskan tikar plastik meninggalkan bangku kayu yang terlihat kesepian. Siang ini, bersama anak-anak kami menghafalkan Q.S. Al-Fatihah beserta artinya. Di tengah kegiatan menghafal, seorang anak perempuan yang kebetulan duduk tepat di samping kanan kami menatap dengan seksama. “Kenapa sayang?” Tanya kami sembari tersenyum. “Aku mau kayak ustadzah.” Katanya sembari mengambil salah satu ujung cadar kami yang terbuka dan memasangnya agar wajah kami tertutup sempurna. “Mau pakai jilbab seperti jilbab ustadzah. Mau pakai cadar seperti ustadzah.” “Kenapa? Bagus ya?” Tanya kami penasaran. “Iya, bagus. Cantik.” Lalu kami pun tersenyum dan menjelaskan bahwa kelak ketika dia telah dewasa dia wajib mengenakan jilbab. Bukan supaya dia terlihat cantik tapi supaya ia mendapat pahala dari Allah dan dicintai oleh-Nya. Supaya ia…

Diary Guru

Ala Bisa Karena Biasa

Beberapa waktu lalu kami kedatangan murid baru di kelas 1 MI Al-Wahdah. Melihatnya sesaat saja, orang-orang akan mengerti bahwa anak laki-laki itu sedikit berbeda dibanding murid lainnya. Dari segi usia, anak laki-laki berkulit putih tersebut sudah pantas menjadi murid kelas 1, tapi perkembangan motorik dan verbalnya berkata berbeda. Anak laki-laki itu berjalan seperti akan jatuh, cara ia berbicara seperti seorang anak kecil yang sedang belajar menyebutkan sesuatu. Ukuran kepalanya terlihat lebih besar dari ukuran normal anak-anak seusianya. Air mata dan air liurnya mudah keluar dan menetes. Sejujurnya, setiap kali mengajar di depan kelas, ada perasaan pesimis. Bisakah ia bersaing dengan teman-temannya di kelas. Bisakah dia menyerap pelajaran seperti yang lainnya. Bisakah ia bertahan. Meski demikian, meski ada rasa pesimis yang hadir di dalam hati, kami tetap membangun semangat untuk menyampaikan ilmu. Berharap si anak baru, bisa mengerti seperti yang lainnya. Lalu tibalah hari ini. Hari Jumat, hari ujian hafalan untuk…

Dunia Pengajar

Menghindari Perkataan Keji

Berkata keji, mencaci, dan merendahkan orang lain merupakan sifat-sifat yang ditentang oleh jiwa, dienggani oleh tabiat, dan dijauhi oleh orang-orang yang mulia. Guru seharusnya menjadi teladan yang diikuti jejaknya dan dititi jalan (hidup)-nya. Jika guru berperangai dengan beberapa sifat ini, maka merupakan akhlak yang paling buruk. Dan jika sifat-sifat ini berkumpul pada seorang guru, maka itu merupakan bencana besar, karena siswa akan terpengaruh dengan gurunya, baik itu negatif maupun positif. Jika kondisi gurunya seperti ini, apa yang bisa kita harapkan dari siswa?! Kesimpulnnya, bahwa laknat, perkataan keji, dan ejekan konsekuensinya pencelaan terhadap orang lain, membunuh mental, merusak fitrah dan lisan, mengobarkan amarah terhadap orang lain, dan lain sebagainya. Di samping sifat-sifat tersebut merupakan perkara yang bertolak belakang secara syar’i dan pemilikya juga diancam dengan siksa dan hal ini sangat penting untuk deketahui. Penjelasannya adalah… A. Ejekan Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain,…