Dunia Orang Tua

Tanggungjawab Orang Tua dan Pendidik

Tanggungjawab orang tua dan pendidik terhadap anak-anak dan generasi muda sangatlah besar. Bahkan ketika di akhirat kelak setiap orang tua dan pendidik akan ditanyakan tentang perannya terhadap pendidikan generasi saat ini. Apabila mereka baik dalam mendidik, maka generasi ini akan bahagia dan mereka pun akan bahagia di dunia dan di akhirat. Apabila mereka lalai dalam mendidik, maka generasi akan celaka dan mereka pun akan menanggung dosa. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka…” (Q.S. At-Tahriim: 6) Lalu dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya.” (Muttafaq ‘alaihi) Maka berbahagialah wahai para pendidik dengan sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam, “Demi Allah, seandainya Allah memberikan petunjuk (hidayah) kepada seorang saja melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada unta merah (dunia dan berbagai kenikmatannya).” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim) Dan bergembiralah…

Nasihat

Pilihan Tepat untuk Anak Hebat

Belakangan, sekolah dengan konsep Islam menjadi trend pendidikan. Setiap yayasan atau perseorangan mengambil peluang pahala membuat sekolah bernuansa Islam dengan keunggulan masing-masing. Bahkan, orang tua di zaman ini berlomba-lomba memasukan anak-anak mereka ke sekolah tersebut. Hal ini tentu mengikis anggapan bahwa sekolah dengan konsep Islam hanya untuk anak-anak yang nakal dan bodoh, sebuah predikat yang dulu sangat melekat pada sekolah Islam. Ini adalah sebuah kabar gembira yang patut kita syukuri. Dengan adanya sekolah Islam, maka anak-anak kita bisa belajar ilmu agama dan mendalaminya sejak usia dini. Beda dengan zaman kami dahulu, belum ada yang namanya TPA (Taman Tahfid Al-Qur’an) sehingga pelajaran agama hanya diperoleh di bangku sekolah dasar dengan kadar yang sangat minim. Akibatnya, kami dahulu di zaman kanak-kanak tidak memiliki besik agama yang kuat, hafalan kurang bahkan tidak punya sama sekali kecuali mereka yang punya latarbelakang keluarga dengan pemahaman agama yang cukup baik. Kami dulu menghafal Al-Qur’an hanya karena…

Dunia Anak

Agar Pesan Sampai pada Si Kecil

Bukan hal mudah untuk berkomunikasi secara efektif dengan anak. Komunikasi merupakan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain, baik secara verbal (kata-kata) maupun nonverbal (gerak atau simbol). Komunikasi dikatakan efektif bila pesan itu bisa dipahami oleh penerima. Komunikasi yang tidak efektif ditandai dengan pesan yang tidak nyambung, atau si penerima salah memahami pesan itu. Kasandra Oemarjadi, Psi., dari biro konsultasi Kasandra Persona Prawacana, mengatakan ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam hal berkomunikasi dengan anak batita: KEMAMPUAN USIA BATITA Kemampuan berbicara merupakan keterampilan mental-motorik. Dengan kata lain, bicara tidak hanya melibatkan fungsi otot bicara dan sekumpulan bunyi saja, tapi juga melibatkan fungsi mental yaitu memahami arti dari bunyi yang dihasilkan. Inilah berbagai kemampuan berkomuikasi yang ditunjukkan anak batita: Bicara membeo Jika anak usia ini sering meniru kata yang diucapkan orang dewasa atau anak lain seperti halnya seekor burung beo, itu karena ia baru bisa meniru bunyi tapi belum memiliki…

Diary Guru

Jika Kamu Telah Dewasa

Tak pernah bosan kita panjatkan pujian hanya tertuju kepada Allah, Zat penguasa alam raya. Shalawat dan salam tercurah kepada kekasih Allah nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam, manusia yang paling baik akhlaknya dan paling tinggi keimanannya. Nak, kali ini kami akan bercerita tentang sebuah pemandangan yang tersaji beberapa hari lalu. Waktu itu kami sedang duduk di antara barisan jama’ah yang akan melaksanakan shalat i’d. Yah, hari itu bertepatan dengan hari raya Idhul Adha. Tua-muda, manula-anak-anak datang berbondong-bondong dengan perasaan bahagia dan penuh kesyukuran, perasaan yang juga kami rasakan di dalam hati. Dan, tahukah Nak, kesyukuran kami semakin bertambah manakala kami melihat seorang anak berbaju merah yang usianya masih sangat muda, kurang dari 2 tahun. Awalnya kami mengira dia seperti anak-anak yang lain, yang tumbuh sehat dan sempurna. Tapi kami keliru Nak, sepintas anak laki-laki itu memang terlihat sama, ia begitu lincah mengejar temannya dengan bertumpuh pada kedua lututnya. Kala itu hati…