Dunia Orang Tua

Tanda Lahirnya Generasi Baru

Menarik dikaji bahwa RasuluLlah shallaLlahu alaihi wa sallam menggambarkan umat ini akan terjangkit “Al Wahn“.

Wa mal wahn yaa RasulaLlah?
Apa “Al Wahn” itu wahai Rasuulullah ?, tanya para sahabat.

Secara bahasa, para sahabat paham bahwa makna al wahn adalah kelemahan. Namun nampaknya RasuluLlah shallallahu alaihi wa sallam ingin menyampaikan istilah baru.

Al Wahn, kata Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam, adalah cinta dunia dan takut mati.

Menarik pula kalau kita lihat istilah Al Wahn dalam Al Qur’an. Di Surat Luqman dan Surat Maryam.

Yang satu tentang ibu hamil yang kondisinya “wahnan ‘alaa wahnin” alias lemah yang bertambah-tambah.

(وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ)

Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu” [Q.S. Surat Luqman : 14]

Sedangkan satunya lagi menggambarkan kondisi Nabi Zakariya ‘alaihissalam. Yang telah sepuh,lemah, dan beruban.

(قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا)

Artinya : “Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku” [Q.S. Surat Maryam : 4]

Di balik 2 kelemahan itu, ada persamaan. Pertama, sama-sama ada OPTIMISME. Optimisnya seorang ibu, dan optimisnya Nabi Zakariya.

Yang kedua, kelemahan tersebut sama-sama menjadi tanda akan lahirnya generasi baru.

Kelemahan saat kehamilan adalah tanda akan lahirnya seorang anak. Dan kelemahan fisik Nabi Zakariya adalah tanda akan lahirnya Nabi Yahya.

Mari tetap optimis. Selagi kita masih punya harapan dan optimisme, mudah-mudahan semua yang dialami umat Islam hari ini hanyalah ibarat “kontraksi”.

Pertanda akan lahirnya generasi baru. Lahirnya generasi Al Ma’idah 54, atau peminpin baru bagi umat. Tugas kita mengupayakannya.

Allahu a’lam.
Waffaqanallahu ilaa maa yuhibbuhu wa yardhaah.

Salin rekat dari tulisan guru kami Al Ustadz Murtadha Ibawi -hafidzahullahu dengan sedikit perubahan. (KI)

Tinggalkan Balasan