Dunia Anak

Ibu Yang Dirindukan

Ibu Yang Dirindukan

Kami mengenalnya belum lama. Mungkin sekitar 6 bulan yang lalu atau lebih. Dia adalah seorang wanita paru bayah. Semangatnya bekerja luar biasa. Ia membantu suaminya dengan bekerja di sekolah tempat kami mengabdikan diri. Ia bekerja untuk menghidupi anak-anak mereka dan membiayai pendidikannya.

Tentu hal itu tidaklah istimewa. Hampir setiap orang tua di luar sana menyadari kewajibannya, yakni memberikan penghidupan yang layak untuk anak-anak mereka. Tapi yang istimewa, beliau adalah satu dari sedikit orang tua yang menyadari pentingnya menuntut ilmu agama, pentingnya tarbiyah meski di usia hampir senja.

Di luar sana, kebanyakan orang tua hanya peduli tentang bagaimana mencukupi keluarga mereka dengan materi dan lupa mencukupi diri mereka dengan ilmu agama. Di luar sana banyak orang tua yang malu menuntut ilmu agama karena merasa usia mereka tak pantas lagi. Di luar sana banyak orang tua yang memakai hijab sekedarnya karena menganggap tak ada hal yang harus mereka tutup rapat, tak ada hal yang akan menjadi sebab seorang laki-laki terfitnah. Di luar sana banyak orang tua yang menganggap memakai jilbab dan kaos kaki adalah perkara yang merepotkan di usia mereka yang sudah tua.

Di luar sana pula banyak orang tua yang tidak peduli dengan perkara ilmu agama anak-anak mereka. Bagi mereka yang terpenting si anak berprestasi pada perkara dunia. Bagi mereka yang penting si anak harus lulus kuliah, bisa bekerja, dan menghasilkan uang. Bagi mereka yang penting si anak dikenal oleh orang banyak, pergaulannya luas, dan penampilannya menarik. Bahkan di luar sana, ada orang tua, ada seorang ibu yang tidak mengijinkan anaknya untuk menuntut ilmu agama, melarang anaknya untuk belajar membaca Al-Qur’an, melarang anaknya untuk berjilbab syar’i. Mereka tidak mau sang anak akan menjadi kolot alias ketinggalan zaman, begitu anggapan mereka. Subhanallah.

Berbeda dengan beliau. Wanita yang sering kami sapa dengan sebutan ‘Bude’ ini tarbiyahnya memang belum lama namun pengamalan ilmunya seperti mereka yang telah tarbiyah bertahun-tahun. Beliau telah mengenakan jilbab melewati perut. Beliau juga sudah konsisten dengan mengenakan kaos kaki. Beliau rajin shalat duha dan mengaji di sela-sela pekerjaan yang mengantri Masyaa Allah.

Yang tak kalah istimewa, beliau juga berusaha mengajak keluarganya untuk belajar ilmu agama. Mengajak anak-anaknya untuk senantiasa dekat dengan Allah, ingat akan akhirat dan tak terbuai dengan dunia.

Karena usahanya itulah dan tentu saja atas pertolongan Allah Ta’ala, sang anak yang telah duduk di bangku kuliah akhirnya juga ikut tarbiyah dan masyaa Allah, kini sang anak terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya.

Sesungguhnya, bagi seorang anak, apalagi bagi anak-anak yang telah belajar ilmu agama, yang telah mengenal sunnah, maka mereka tentu sangat merindukan Ibu yang seperti beliau. Ibu yang istimewa.

Bagi seoarang anak, materi bukanlah hal terpenting. Yang mereka butuhkan semata-mata orang tua, seorang ibu yang mendukung dan menyemangati mereka dalam kebaikan. Ibu yang menasehati mereka tatkala lalai atas perintah Allah. Ibu yang menggandeng tangan mereka menuju Surga bukan ke Nereka.

Maka, sebagai orang tua, sebagai seorang ibu, jadilah ibu yang dirindukan oleh anak-anaknya.

_Ustadzah HD_ (Jogja, 18/01/2016)


.

Tinggalkan Balasan