Diary Guru

Agar anak belajar berterima kasih

Belajar tidak harus di dalam kelas. Di manapun dan kapanpun, kegiatan yang mulia ini dapat pula dilaksanakan. Begitu pula belajar tidak harus bersumber dari bahan ajar semata, belajar bisa dari lingkungan sekitar atau kejadian yang baru saja dialami. Yah, “Tarbiyah bil Ahdas” namanya. Metode ini sudah tidak asing bagi seorang muslim, karena metode ini adalah metode Rabbaniyah, sumbernya berasal dari Al Qur’an maupun Hadis Nabawiyah.
Terkait Tarbiyah bil Ahdas ini, ada yang spesial terjadi di Sekolah Al Wahdah Yogyakarta. Kampus pendidikan yang berusaha mengusung pendidikan Al Qur’an ini, sebulan yang lalu kedatangan tamu istimewa. Istimewa selain karena kedatangan tamu yang mewakili salah seorang muwakif ternama juga mewakafkan sesuatu yang sangat istimewa bagi seorang muslim, yaitu Al Qur’anul Karim. Tepatnya, pada Hari Senin, 26 Oktober 2015, Sekolah Al Wahdah Yogyakarta kedatangan tamu berjumlah tiga orang mewakafkan 50 buah kitab suci Al Qur’an atas nama Dian Sastrowardoyo. Alhamdulillah alladzii bini’matihi tatimush sholihaat.

Wakaf Qur'an (2)
Berawal dari karunia Allah tersebut dan sebagai bentuk upaya bersyukur atas nikmatNya, sekaligus menjadikan momentum yang tepat dalam pembelajaran, maka kejadian tersebut kami jadikan sebagai bahan Tarbiyah bil Ahdas. Kenapa? Agar anak belajar berterima kasih terhadap manusia. Kami ingin agar anak-anak didik kami pandai bersyukur kepada Allah. Dan merupakan satu indikator kesyukuran kepada Allah adalah sejauh mana seorang itu mampu berterimakasih terhadap siapapun yang telah berjasa memberikan manfaat atau hadiah kepadanya. Sebagai mana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

“عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَة َ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” لاَ يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ ” رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterimakasih kepada manusia” H.R.Bukhori

Wakaf Qur'an (3)
Maka usai shalat dhuhur berjama’ah, saat kegiatan rutin pembinaan pekanan atau anak-anak lebih mengenalnya dengan istilah mentoring, materi ucapan terimakasih pun menjadi tema kegiatan tersebut. Anak-anak kami bagi dua kelompok supaya bisa berfastabiqul khoirat, berlomba kelompok mana yang lebih bagus karyanya dengan alokasi waktu yang singkat, yaitu sekitar 15 menit itu.
Alhamdulillah kegiatan pun berjalan antusias dan menarik. Mereka saling bekerjasama, bahu membahu dan masing-masing mengambil peran sesuai kemampuannya, sesekali mereka melihat karya kelompok lain seperti terlihat tidak mau kalah dan dapat menjadi yang pertama sekaligus memberikan karya yang terbaik. Walhamdulillah, karya masing-masing kelompok pun selesai, ada yang menuliskan “Terimakasih Al Qur’annya Bu Dian” dan ada yang menuliskan “Jazaakumullah atas Al Qur’annya Bu Dian”. Semoga kemudian hari kalian menjadi anak-anak yang pandai bersyukur kepada Allah ya Nak! … Aamiin.
Sleman, 01 Shafar 1436 H atau 13 November 2015 M
—-
IAH.

Tinggalkan Balasan