Dunia Orang Tua

Agar Pahala Membaca Al-Quran Lebih dari Biasanya

Membaca Al Qur’an memang memiliki keutamaan. Membacanya akan mendapat pahala yang tak sedikit, karena setiap huruf yang dibaca akan diganjar sepuluh kebaikan. Terlebih bila dilakukan di waktu dan cara yang tepat. Waktu ramadhan misalnya, ini adalah waktu yang istimewa. Dan amalan yang dilakukan didalamnya akan diganjar berlipat-lipat ganda berbeda dengan amalan dibulan lainnya. Begitu pula dalam hal cara melakukannya. Jika dilakukan dengan cara tepat, berdasar ilmu maka ia akan mendapat pahala yang istimewa.

Termasuk tanda berilmu adalah ketika ia melakukan satu amalan tertentu maka ia tidak mencukupkan dengan  satu niatan. Semakin banyak niatan amalan yang bisa dilakukan, akan semakin banyak pahala yang akan didapat.

قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ :  ” إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ “البخاري ومسلم

Dalam hadis bukhori muslim di atas disebutkan sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Hal ini yaitu mengagungkan niat adalah perniagaan hati para sahabat Nabi  radhiyallahu ‘anhum, dan para ulama. Mereka mengamalkan satu amalan dengan begitu banyak niat, yang mana mereka akan mendapat pahala yang banyak, sebanyak niat yang mereka kerjakan.

Agar membaca Al Qur’an dapat mendapat pahala berlipat ganda, maka berikut beberapa niat yang bisa kita niatkan saat membaca Al Qur’an.

1. Meniatkan agar Al Qur’an memberikan syafaat (pertolongan) kepada kita.

Sebagaimana sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam :

 

أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ  قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :  ” اقْرَءُوا الْقُرْآنَ ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ  ” صحيح مسلم

 

Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya ia datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya (mentadabburi dan mengamalkannya)” H.R. Muslim.

 

2. Meniatkan untuk menambah pundi pahala amal kebaikan.

 

Sebagaimana sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam :

 

قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  ” مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا ” قال الألباني: صحيح

 

Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan. Dan setiap satu kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali lipat“. H.R. Tirmidzi. Berkata Albani : Shahih

 

3. Membacanya meniatkan untuk mengamalkan setiap ayat yang dibaca untuk menggapai derajat syurga yang tertinggi.

 

قَالَ :  ” يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ : اقْرَأْ، وَارْقَ، وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam : “Dikatakan bagi pembaca Al Quran, bacalah dan naiklah (ke tingkatan syurga) dan tartilah dalam membaca sebagaimana engkau membaca tartil di dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu itu tergantung akhir ayat yang engkau baca” H.R. Tirmidzi dan Abu Dawud.

 

4. Berharap dengan membacanya kesembuhan penyakit hati dan anggota badan dan sebagai sebab turunnya rahmad kepada kita.

 

Sebagaimana firman Allah :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

 “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” Q.S. Al Isra : 82

 

5. Berharap dengan membacanya untuk ketenangan hati.

 

Sebagaimana firman Allah :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

 “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram“. Q.S. Ar Ra’du : 28.

 

6. Berharap membacanya sebagai sebab mendapat hidayah.

 

Sebagaimana firman Allah:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

 “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” Q.S. Al Baqarah : 2.

 

7. Membaca dengan meniatkan agar mati dalam keadaan membaca Al Qur’an sebagaimana Allah takdirkan ‘Usman bin Affan ketika wafat sebagai syahid dalam keadaan membaca Al-Quran.

 

Berkata Ibnu Katsiir : “Barangsiapa berinteraksi dengan sesuatu maka akan dimatikan dalam kondisi tersebut dan dibangkitkan dalam kondisi itu pula

 

Sebagaimana firman Allah :

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

 “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu” Q.S. Al Jatsiyah : 21.

 

8. Membacanya dengan niat mengharap taqarrub kepada Allah dengan mencintai Firman-Nya yang Agung.

 

Sebagaimana dalam hadist :

قَالَ : ” أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

 “Sesungguhnya engkau bersama dengan orang yang engkau cintai” H.R. Muslim.

 

9. Berharap membacanya menjadi sebab besar untuk bertambahnya iman.

 

Sebagaimana Firman Allah :

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira” At Taubah : 124.

 

10. Termasuk niat yang Agung adalah kita membaca untuk beribadah dengan membacanya.

 

Sebagaimana Firman Allah :

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan” Q.S. Al Muzammil : 4

(KI)

Tinggalkan Balasan