Nasihat

Alasan Apa Lagi agar kita mau berkontribusi dalam perjuangan Agama

guru-pejuang-agama

{ لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ }

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. at-Taubah:91)

Allah memberikan ‘uzur (ma’af) kepada mereka yang memiliki kriteria dalam ayat ini untuk tidak berjuang membela agama.

Begitu juga pada ayat ke 92 berikut:

{ وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ…}

dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu“.

Mereka itu:

Orang  lemah…

Orang sakit…

Tidak memiliki harta…

 

Alasan yang  dianggap sah dalam syariat untuk tidak berjuang…

Namun, apa reaksi mereka …?

Simaklah sambungan ayat 92 tadi:

 

{…تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ }

“…lalu mereka kembali (pulang) , sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan“.

Duhai saudaraku!

Mereka bersedih tidak bisa berjuang untuk agama…

Air mata mereka bercucuran karena tidak ada yangg bisa dikorbankan untuk membela agama..

Lalu…

lalu, bagaimana dengan kita yang kuat…

lalu, bagaimana dengan kita yang sehat…

lalu,  bagaimana dengan kita yang memiliki harta…

Apa alasan kita tidak berbuat untuk agama…

Apa yang sudah kita korbankan untuk membela agama…

Ataukah kita termasuk golongan “al-mudahanah” yaitu menggadaikan agama demi kepentingan dunia…na’uzubillah!

Meminjam pribahasa “kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi”

Ya Allah…!

Kuatkanlah azam kami agar mampu berkorban untuk-Mu…

Kokohkanlah pendirian kami agar selalu membela agama-Mu…

Jadikanlah obsesi tertinggi kami hanya mencari ridha-Mu, amin…

 

✏BNA, Rabu 4/1/2017

Ibnu Selian

 

Tinggalkan Balasan