Diary Guru

Pintamu mengundang senyumku

“Lagi-lagi ustadz”, pinta salah satu murid MIA kelas 1, yang kemudian diikuti oleh beberapa teman yang lainnya. Ya kejadian itu sebenarnya bukan terjadi sekali saja.

Dzikir bagi hati

Adalah program pembacaan surah Al Qur’an bagi siswa oleh ustadz atau ustadzah pengajar sebelum memulai setiap kegiatan pembelajaran. Program ini bermaksud untuk penguatan program hafalan Qur’an yang merupakan program unggulan Madarasah Al Wahdah ini.

Setiap guru diharapkan mengiringi setiap kegiatan pembelajaran dengan pembacaan surah Al Qur’an dengan pelaksanaan bisa di awal pembelajaran atau di akhir pembelajaran.

Alhamdulillah program ini betul-betul dikawal dengan baik oleh ustadz dan ustadzah Madarasah Al Wahdah ini. Al Hasil, banyak hal positif yang muncul dari program tersebut, salah satunya adalah kejadian tersebut.

Ya permintaan untuk menambah pembacaan surah sebelum kegiatan belajar. Tepatnya saat saya telah usai membacakan 1 (satu) surah Al Qur’an, sebagaimana biasa hendak beralih pada kegiatan pembelajaran yang telah dipersiapkan. Nah, saat hendak beralih itulah, beberapa siswa MIA kelas 1 tersebut meminta menambah bacaan surah lagi!.

“Lagi ustadz!” pinta salah satu siswa. “Surah An Nazi’at ustadz”, sahut siswi yang lain! Ada yang minta surah An Nazi’at, ada yang minta surah ‘Abasa, usai kita bersama-sama menyelesaikan pembacaan surah An Naba  kala itu.

Dari peristiwa itu bagi saya, merupakan hal-hal yang menghibur dan sekaligus menggembirakan. Spontan pintamu mengundang senyumku. Betapa tidak terlihat anak-anak menyukai program tersebut bahkan boleh dikata mereka merasa nyaman dengan lantunan Al Qur’an. Bila ini mampu dikawal dengan baik, baik oleh pihak sekolah maupun orang tua siswa maka bukan suatu yang mustahil, kelak dari mereka terbentuk generasi cinta Al Qur’an, dari mereka terlahir pemimpin yang cinta dengan Al Qur’an baik Ilmu dan Amalan sebagaimana yang dituturkan oleh sahabat mulia ini.

قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : ” لَوْ أَنَّ قُلُوبَنَا طَهُرَتْ مَا شَبِعَتْ مِنْ كَلامِ رَبِّنَا “

Berkata Amirul mukmin ‘Usman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu : “Seandainya hati-hati kita bersih, niscaya tidak akan kenyang dari (membaca) firman Rabb kita”. Adalah khalifah ‘Usman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu tercatat dalam sejarah wafat dalam keadaan memeluk Al Qur’an.

Tinggalkan Balasan