Dunia Orang Tua

Bedah Buku Yang di Tunggu

Acara bedah buku yang berjudul “mencetak hafidz cilik” berjalan cukup menarik dan tuai apresiasi. Bertempat di Masjid Al Iman Godean, Ahad (05/02/2017), Acara yang prakarsai oleh SPS Taman Tahfidz Anak bekerja sama dengan Muslimah Wahdah DPD Sleman ini dihadiri kurang lebih dihadiri 200 an peserta.

Acara yang bertujuan menjaring peserta didik baru ini menarik perhatikan walisiswa, warga dan tokoh masyarakat setempat. Terlihat hadir dalam acara tersebut, Bapak Mitro sesepuh desa setempat, juga Pak Tejo Takmir Masjid Al Iman dan Pak Suratmin, selaku kepala dukuh setempat yang turut meramaikan acara walaupun usia mereka di atas 60 an tahun. Bahkan Bapak Hernawan Zudanto, SE sebagai Lurah Kragilan menyempatkan hadir dan berkenan memberi sambutan pada acara tersebut, Alhamdulillah.

Dalam sambutannya, beliau selaku Lurah setempat mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Ini program yang sangat bagus sekali dan patut di dukung” ujarnya di depan warganya sendiri.

“bagus ini dihadirkan orangtua agar cinta al Quran, anak-anak diajari budi pekerti dan al quran.” usul beliau kepada panitia disela-sela sambutan yang beliau bawakan dengan cara santai dan menghibur dengan canda-candanya itu.

Awalnya waktu yang disediakan untuk pembicara cukup longgar, namun karena kendala dalam perjalanan acara tertunda cukup lama. Alhamdulillah peserta yang hadir terlihat begitu sabar menanti, sambil menyaksikan tampilan anak-anak SPS Taman Tahfidz Al Madinah dan quiz yang dibawakan MC acara.

Selaku pemateri dalam acara bedah buku “mencetak hafidz cilik” adalah ustadz Abu Raihan, penulis buku itu sendiri.  Dalam paparannya beliau mengawali dengan menyebut 4 keutamaan bermajelis yaitu turunnya sakinah atau ketenangan, mendapat rahmat, dilingkupi malaikat dan disebut nama kita disisi Allah Subhaana wata’ala.

Selanjutnya beliau menyitir sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaan mempelajari Al Qur’an. “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” tutur pengajar pondok Al Irsyad Tengaran ini memotivasi peserta yang hadir.

Lebih lanjut beliau katakan bahwa untuk bisa memiliki anak seperti musa cilik yang hafal Al Qur’an diusia 5 tahun maka perlu langkah-langkah berikut;

  1. Luruskan niat
  2. Menanamkan Aqidah yang lurus
  3. Menanamkan Adab-adab Islami
  4. Himmah ‘Aliyah atau semangat yang tinggi
  5. Menanamkan kecintaan terhadap Ilmu Agama dan Ulamanya
  6. Menanamkan kecintaan terhadap Al Qur’an

Adapun jadwal agenda harian Musa yang hafal di usia muda sebagai berikut;

02.30 -03.30        : bangun tidur murojaah

03.30 – 04.00       : sholat lail menjadi imam adik-adiknya

04.00-04.20         : menambah hafalan baru 3/4 halaman

04.30- 05.00        : sholat shubuh

05.00 – 07.30       : menambah hafalan dan muroja’ah

07.30 – 08.00       : sarapan pagi

08.00 – 10.00       : hafalan

10.00-12.00         : tidur

12.00 – 14.00       : sholat lanjut menghafal

14.00 – 15.00       : bahasa arab

15.00 – 18.00       : sholat lanjut taklim ikut ayahnya.

18.00 – 20.00       : sholat makan tidur

 

Point penting dalam menjadikan musa bisa menghafal Al Qur’an adalah orang tua harus memiliki karakter, komitmen dan Istiqomah dalam mendidik anaknya menghafal Al Qur’an sesuai jadwal agenda menghafal yang dibuat dan tidak memaksakan anak serta memberikan pilihan-pilihan kepada anak dalam menghafal. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan