Dunia Orang Tua

Belajar Dari Anak-Anak ~ Kakak Teladan

1

Hari Jumat adalah hari berbagi untuk santri MI Al-Wahdah. Setiap anak dipersilahkan membawa snack untuk dibagikan kepada teman-teman sekelas. Biasanya hampir semua anak akan membawa snack sehingga setiap anak mendapatkan snack lebih banyak dibanding hari biasanya.

Setiap hari Jumat tiba, kami selalu mendapati ada satu orang anak yang menyimpan sebagian besar snacknya di dalam tas dan hanya memakan sedikit saja. Tidak seperti kebanyakan santri lainnya yang langsung menghabiskan snacknya  saat itu juga. Kami pun bertanya-tanya, ada apa gerangan? Apakah ia tidak menyukainya? Atau apakah ia lebih suka menghabiskannya di rumah?

Dan entah di hari Jumat yang mana, saat akan pulang sekolah, anak itu mengeluarkan kembali snack dari dalam tasnya dan menghitung-hitungnya dengan seksama. Sesekali kami dapati anak itu terlihat kebingungan sendiri dan tiba-tiba bertanya …

“Ustadzah, aku bingung. Kira-kira ini cara baginya ke adik-adikku gimana ya?” Katanya sembari memperlihatkan permen dan beberapa jajanan yang lain. Ternyata ia bingung membagi rata snack-snacknya yang ia punya.

Masyaa Allah. Kami tertegun sejenak sebelum menjawab pertanyaan anak kecil berusia 7 tahun itu. Anak kecil yang selalu menyimpan snacknya untuk dibagikan kepada adik-adiknya di rumah. Anak kecil yang di usianya yang masih sangat kecil sudah mengerti arti berbagi, kasih sayang, dan cinta. Anak kecil yang menjadi teladan untuk adik-adiknya.

Lalu tengoklah di sektar kita. Di zaman yang jauh dari zamannya para sahabat ini, kebanyakan anak-anak masih belum mengerti arti berbagi, belum mengenal baik akhlak terpuji. Mereka lebih individualis dan masih egois. Tidak heran ketika mereka dewasa, mudah saja bagi mereka saling sikut-menyikut antara saudara bahkan sampai saling bermusuhan hanya karena merebutkan harta warisan, misalnya.

Tentu salah satu penyebabnya adalah kurangnya pendidikan Islam yang diberikan baik di rumah maupun di sekolah. Kurangnya pengenalana dan penanaman akhlak kepada seorang anak sejak dini. Kurangnya nasehat bahwa saling berbagai atau memberi akan semakin menumbuhkan cinta antar pelakunya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam…

“Saling memberi hadiah kalian, maka kalian akan saling menyayangi.”

Karena itu, ketika sebagai orang tua kita (mengaku) ingin melihat anak-anak kita tumbuh dengan akhlak yang mulia, saling kasih-mengasihi, maka didiklah ia sejak dini dengan didikan Islami dan sekolahkan mereka di tempat yang benar-benar Islami bukan hanya sekedar nama. Tak lupa, doakan mereka agar menjadi anak-anak yang shalih.

Kita berdoa semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kita dan memudahkan kita dalam mengemban amanah di dunia, termasuk amanah menjadi orang tua.

Wallahu’alam.

.

Tinggalkan Balasan