Dunia Orang Tua

Belajar Dari Anak-Anak ~ Masyaa Allah

1

Suatu hari ketika kami sedang makan siang di kelas TTA (Taman Tahfidz Anak) Al-Wahdah, kami melihat dua anak perempuan yang sedang asyik bermain, Maryam dan Hana namanya. Di tengah permainan tiba-tiba Hana berkata: Masyaa Allah.

Seketika itu kami menghentikan makan dan menoleh kepada mereka. Nampaklah Hana yang sedang tertegun melihat isi tas Maryam yang dipenuhi pakaian. Hana kembali berkata; Masyaa Allah, baju kamu banyak sekali Maryam. Maryam hanya tersenyum menanggapi.

Sampai di sini, tahukah apa yang istimewa, hai orang dewasa? Ya, kata Masyaa Allah yang diucapkan Hana begitu istimewa. Anak perempuan yang usianya sekitar 3-4 tahun itu begitu fasih mengucapkan kata itu, menandakan bahwa ia sudah terbiasa mengucapkannya. Bahkan sikap Hana mengalahakan sikap orang dewasa kebanyakan.

Tentu yang pertama kali terlintas di benak kami adalah pertanyaan; siapakah yang mengajarkan Hana hingga bisa sefasih itu? Siapa yang mendidiknya sehingga ia pandai menempatkan kata-katanya?

Kami lalu mengingat kembali masa kecil kami. Sungguh  pada usia seperti Hana, kami sama sekali belum fasih mengucapkan kalimat pujian dan sanjungan kepada Allah Ta’ala. Bahkan mengenal pun belum. Dulu, kami hanya mengenal kata; wah hebat, wah keren, dan lain sebagainya, kata-kata yang notabenenya berasal dari kaum Barat dan jauh dari nilai-nilai Islam.

Salahkah? Tidak. Hanya saja seharusnya sebagai seorang muslim, sejak kecil kita sudah mengenal atau lebih tepatnya dikenalkan dengan istilah-istilah Islam seperti Masyaa Allah, Subhanallah, Alhamdulillah, Astaghfirullah, dan lain sebagainya agar lisan kita senantiasa dihiasi kata-kata yang baik, bukan kata-kata buruk bahkan jorok yang kerap kita dengarkan dari bibir mungil anak-anak muslim zaman sekarang.

Nah, sampai di sini sudah pahamkah kita mengapa Hana begitu fasih mengucapkan kata Mayaa Allah? Ya, tentu saja hal tersebut adalah buah dari didikan orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama orang tua serta tak lupa lingkungan yang kondusif, salah satunya lingkungan sekolah yang lekat dengan nilai-nilai Islam.

Maka dari itu, sebagai orang tua yang merindukan anak-anak yang shalih dan shalihah, kita perlu menyadari pentingnya mengenalkan nilai-nilai Islam kepada anak sejak dini. Dan salah satu wasilah yang tepat untuk mewujudkan dan membantu hal tersebut adalah dengan menyekolahkan anak-anak kita di sekolah-sekolah Islam yang unggul dan bermutu.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah hingga fasih lisannya (baligh), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (Al-Hadits)

Wallahu’alam.

.

Tinggalkan Balasan