Intip Cerita

Belajar Dari Anak-Anak – Mau Ngapain Lagi?! (Roya)

masjid

Wajah imut dan lucu itu menatapku dari balik kaca jendela. Aku tersenyum dan memberikan salam seperti biasa. Anak perempuan yang kutaksir usianya 3 tahunan itu kemudian kembali tersenyum. Sesekali ia memanyunkan bibirnya, lucu.

“Hari ini Roya diantar siapa?” Tanyaku.

“Diantar Abi sama Umi.” Jawabnya manja.

“Terus, Abi sama Umi sekarang di mana?” Tanyaku lagi.

“Udah pergi.” Jawab Roya, santri TTA yang menggemaskan.

“Pergi ke mana?”

“Pergi ke Masjid.”

“Hem, di Masjid ngapain?” Tanyaku penasaran karena mulanya kukira Roya akan menjawab bahwa orang tuanya sedang ke kantor atau ke tempat kerja.

“Ketemu sama Allah!” Jawabnya sedikit kesal. Seolah-olah ingin mengatakan; Ya ketemu sama Allah! Emang ke Masjid mau ngapain lagi?!

Ah, aku tersenyum simpul sambil mengangguk mantap dan mengayunkan ibu jariku di hadapannya tanda setuju dan mengakui kecerdasan jawabannya.

Kutatap sekali lagi wajah anak kecil yang lugu itu. Benar-benar lugu. Sekiranya ia tahu bahwa saat ini Masjid tidak lagi hanya digunakan untuk bertemu Allah, tidak lagi hanya dipakai untuk mengaji dan bermajelis menuntut ilmu.

Yah, di zaman modern ini, kebanyakan orang dewasa di luar sana datang ke Masjid hanya untuk berfoto, baik itu fotografer profesional ataupun sekedar selfi sana-sini mengagumi bangunan masjid dan diri sendiri. Ada juga yang datang dengan setumpuk jualan. Dari jualan yang bermanfaat seperti buku-buku agama, peci, sampai jualan yang tidak memberi manfaat sama sekali dalam menunjang ibadah kita kepada Allah seperti jualan batu akik, dan lain sebagainya. Subhanallah…

Tapi yang lebih parah lagi, di zaman sekarang tak jarang Masjid dijadikan tempat bermaksiat. Pasangan muda-mudi yang belum halal datang saling bergandengan tangan lalu memilih duduk di sudut-sudut masjid sembari meneruskan kemesraan mereka. Naudzubillah! Sungguh sebuah pemandangan yang menyesakkan dada.

Ah, sekali lagi, sekiranya semua orang dewasa mau belajar dari Roya, anak kecil yang hanya tahu dan memang sudah seharusnya begitu, bahwa masjid adalah tempat untuk bertemu Allah bukan tempat melakukan kesia-siaan apalagi kemaksiatan.

Dan tentang Roya, tentu anak kecil usia demikian tidak serta merta bisa menjawab dengan jawaban yang cerdas. Butuh pengetahuan dan penanaman akhlak sejak dini baik dari orang tua maupun dari guru di sekolah. Sehingga, ketika kita sebagai orang tua menginginkan anak-anak kita cerdas akal dan hatinya, maka didiklah sejak dini dengan didikan Al-Qur’an serta pilihlah sekolah yang mendukung dan membantu usaha tersebut.

.

Tinggalkan Balasan