Dunia Sekolah

Dari Aturan Menjadi Kebiasaan

Salah satu sikap yang ditanamkan pada anak-anak santri MI Al-Wahdah adalah sikap disiplin. Ketika waktu istirahat, mereka boleh bermain sesuka hati (dalam batasan yang wajar; tidak berbahaya). Namun ketika (sudah masuk) waktu belajar, mereka tidak boleh bermain sama sekali.

Terkadang untuk hal ini, kami selalu membuat kesepakatan dengan para santri di awal pembelajaran, bahwa ketika proses belajar-mengajar berlangsung dan kami mendapati mereka bermain (dalam hal ini tidak memperhatikan pelajaran; mengobrol dan menggambar yang bukan bagian dari proses pembelajaran), maka kami akan memberikan peringatan sebanyak dua kali. Ketika sudah sampai di peringatan ketiga, maka mereka akan mendapat hukuman.

Karena itu, ketika pembelajaran masih berlangsung sementara ada anak yang sudah menyelesaikan tugas mereka (sudah diperiksa dan dikoreksi oleh ustadzah), maka kami memberi mereka pilihan kegiatan yang bermanfaat yakni membaca buku atau membaca Al-Qur’an, bukan bermain.

Dan hal ini pula yang kami terapkan di pagi hari ketika mereka harus mengantri untuk membaca Al-qur’an, menghafal, dan muraja’ah bersama ustadzah. Mereka yang belum mendapat giliran, kami berikan banyak (pilihan) kegiatan (yang sudah disepakati sebelumnya) untuk mengisi waktu luang, di antaranya; shalat dhuha, membaca buku, membaca dan menghafal Al-Qur’an mandiri, membersihkan halaman, membersihkan kelas, membersihkan kamar mandi, menulis adab-adab, dan masih banyak lagi.

Tak ada hadiah yang kami janjikan. Kami mencoba menanamkan sejak dini bahwa ketika kita melakukan sesuatu kebaikan haruslah karena Allah semata agar berbuah pahala oleh Allah. Ya, meski kenyataannya anak-anak tentu sangat bahagia ketika kami memuji apa yang sudah mereka kerjakan.

Dan inilah beberapa kegiatan mengisi waktu luang santri-santri MI Al-Wahdah yang berhasil kami dokumentasikan.

kegiatan 2
Sembari mengisi waktu luang; ada yang mengerjakan soal di buku bacaan, ada juga yang mengaji.
kegiatan 3
Di sela-sela waktu luang; Dua santri ini khusyuk membaca Al-Qur’an.
kegiatan 1
Setelah tugasnya selesai, santri yang satu ini memilih untuk membaca Al-Qur’an dengan duduk melantai.

Sebuah aturan yang baru kami berlakukan dua minggu terakhir. Semoga apa yang awalnya merupakan aturan bisa menjadi sebuah kebiasaan di waktu mendatang sehingga tidak membutuhkan pengontrolan.

Semoga tulisan singkat ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua (orang-orang dewasadi luar sana) agar senantiasa bijak dalam mengisi ‘waktu luang’. Jika yang kecil saja bisa, mengapa kita tidak?

Dan terakhir, kami (ustadz dan ustadzah) tak lupa berdoa kepada Allah agar senantiasa diberikan petunjuk dan ilmu-Nya dalam mendidik santri-santri Al-Wahdah. Ketika ada yang benar, maka pastilah berasal dari Allah Ta’ala. Namun jika ada yang keliru, maka pastilah hal tersebut datang dari keterbatasan kami sebagai manusia biasa. Kami in syaa Allah akan terus belajar demi mewujudkan cita-cita, membentuk pribadi anak yang shalih dan shalihah sejak dini.

.

Tinggalkan Balasan