Dunia Orang Tua

Ke jalan mana potensi amalmu?

Serial Tadabbur (2) :

memilih jalanوَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ ﴿6﴾ وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (7)

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan

Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih”.

Dua ayat di ataslah yang menjadi bahan tadabbur dalam kajian pekanan rutin guru pekan ini. Terasa antusias guru dalam mengikuti pembinaan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini. Terbukti selain guru hadir di awal waktu, juga lontaran pertanyaan di akhir sesi wujud partisipasi aktif mereka mewarnai rangkaian kajian pekanan ini. Waktu pun tak terasa 90 menit berlalu dari 60 menit durasi yang terjadwal. Wal hamdulillah!

Apa gerangan, hasil tadabbur dari kedua ayat diatas?

Bagi yang membaca ayat di atas beserta terjemahannya, maka ia mampu mengambil faedah atau manfaat dan pelajarannya sendiri, diantaranya; larangan berbicara tanpa dasar ilmu, larangan memperolok-olok agama, dan larangan bersikap sombong. Memang faedah tersebut sesuai dengan sebagian faedah tadabbur yang disampaikan oleh sang ustadz.

Tapi ada faedah tadabbur penting dan menarik yang luput dari pikirku, mungkin luput pula dari pembaca. Faedah yang inspiratif nan patut untuk kita renungkan dan perlu kita amalan.

  1. Potensi amal manusia, kenali potensi amalmu!

Faedah ini beliau tuturkan ketika beliau mengkaitkan dengan pembahasan ayat sebelumnya, ayat 1 sampai ayat 5. Isi lima ayat sebelumnya tersebut berbicara tentang penyebutan hal-hal kebaikan, membahas tentang orang-orang beruntung. Sedang kedua ayat di atas menyinggung tentang orang-orang yang melakukan keburukan.

Allah sediakan bagi manusia beragam potensi. Potensi tersebut bisa bernilai kebaikan bisa pula berakhir keburukan, tergantung bagaimana manusia menggunakannya. Beliu jelaskan faedah ini panjang lebar dan mengutip ungkapan Imam Malik rahimahullah ; “setiap manusia diberikan amal sebagaimana diberikan rezki”. Dalam point ini beliau mengakhiri dengan ajakan memilih potensi kebaikan, “Allah memberikan jalan-jalan sebagai potensi beramal shalih kita. Mari kita temukan potensi kita agar kita bisa melejit”.

  1. Pentingnya pengagungan terhadap syariat Allah dan sunnah Rasul

Dari isi ke dua ayat di atas tentang tercelanya prilaku keburukan, maka dengan cara mafhum mukholafah yaitu memahami pesan terbalik dari larangan tersebut, faedah ini terambil. Adanya larangan mengolok-olok agama berarti bisa dipahami perintah dibalik itu adalah pentingnya pengagungan terhadap syariat Allah dan sunnah Rasul. Karena imanlah pengagungan syariat terwujud, Pentingnya pengagungan terhadap syariat Allah dan sunnah rasul, lahir karena iman”.

  1. Waspadi pintu kesombongan

الكِبْرُ: بَطَرُ الحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ. رواه مسلم

Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” H.R. Muslim

Dan termasuk bagian kesombongan adalah sikap menerima kebenaran hanya dari orang yang dikenal. Termasuk faktor kesombongan adalah hanya menerima kebenaran dari orang yang kita kenal”, ungkap beliau mencontohkan. Tips agar terhindar dari itu adalah terimalah keberanan dari siapapun, dari manapun datangnya dan jangan menghukumi dhohir seseorang, bisa jadi secara dhohir dia tidak memiliki keistimewaan, namun ia memikili amalan batin atau amalan dhohir yang tidak dinampakan kepada kita, hanya Allah subhaana wata’a yang mengetahuinya.

  1. Berimbang dalam mendidik, antara basyira wa nadhira

Pentingnya basyira wa nadhira, harus berimbang, harus ada hadiah, harus ada peringatan, hukuman, dll”, tambah beliau faedah ini, ketika dalam ayat Allah mengganjar orang yang melakukan kebajikan dengan menggolongkan ke dalam muflihun, orang-orang yang beruntung, mendapat pahala dll. Begitu pula menghukum, mengadzab orang-orang yang berlaku keji dan tercela dengan siksa.

Demikian sari faedah dan pelajaran tadabbur dalam kajian pekan ini yang dapat kami bahasakan, jujur banyak sekali pelajaran yang terucap, yang tak sempat terikat dengan tulisan. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat.

Terakhir saya sebutkan pesan beliau kepada pelaku pendidikan, Pendidikan bukan mengekang , memenjarakan, tarbiyah pendidikan itu mampu menggali dan melejitkan potensi mereka!!!”. Semoga … !!!

IAH

—–

(Sleman, 26 Dzul Qo’dah 1436 H, bertepatan 11 September 2015 M)

.

Tinggalkan Balasan