Dunia Orang Tua

Lagi!YPWIY Qurban Peduli Pendidikan, Lagi-lagi Raih Makna Pendidikan Qurban

Senin, 13 Dzulhijjah 1438 H atau bertepatan tanggal 04 September 2017 M adalah hari tasyriik terakhir sekaligus hari pungkasan waktu penyembelihan hewan Qurban YPWIY di sekolah Al Wahdah. Sebelumnya secara berturut-turut melakukan kegiatan yang sama di 3(tiga) lokasi yang berbeda.

Hari pertama Yaumun Nahr ini yaitu pada hari Jum’at, 10 Dzulhijjah 1438H, kegiatan meneladani pengorbanan nabi Ibrahim ini berlokasi di Gunungkidul. Tepatnya di sekitar Pesantren Masyarakat Al Madinah, Pager Logandeng Gunungkidul. Ada 1 (satu) Sapi dan 3 (ekor) kambing disembelih di daerah yang mana oleh ustadz Wahyono, dai setempat menginfokan sebagai daerah rawan pemurtadan ini.  Ada makna pentingnya pendidikan aqidah di sana.

Hari selanjutnya, Ahad, 12 Dzulhijjah 1438 H bertempat di wilayah paling utara DIY yaitu Pondok IT Al Madinah. Hewan Qurban sebanyak 4(ekor) kambing dijagal oleh santri-santri pondok pimpinan ustadz Irhamullah ini. Penyembelihan di Pondok IT Al Madinah yang mayoritas santri-santrinya kurang mampu ini, ada banyak makna pendidikan Qurban diraih. Ada nilai berbagi, ada nilai pentingnya menyiapkan generasi masa depan, pentingnya menyiapkan mujadid Cyber dimasa mendatang.

Sebagai pungkasan, kegiatan YPWIY yang mengambil tema Qurban peduli pendidikan ini dilaksanakan di area sekolah Al Wahdah. Berlangsung pada hari senin, 13 Dzulhijjah 1438H atau betepatan dengan 04 September 2017 M. Kegiatan yang sudah merupakan rutin tahunan di sekolah ini, Alhamdulillah tahun ini mampu menyembelih 1(satu) ekor sapi dan 8 (ekor) kambing serta 2 (ekor) kambing sedekah. Sebanyak 200 bungkus porsi daging sapi dan 65 porsi daging kambing mampu dihasilkan. Kemudian daging-daging tersebut dibagikan kepada warga sekitar sekolah dan warga sekolah Al Wahdah.

Yang menarik dari kegiatan penjagalan di sekolah Al wahdah kali ini ada beberapa hal. Diantaranya beberapa shohibul Qurban secara ikhlas rela tidak kebagian jatah qurban dan mengikhlaskan semua daging hewan qurbannya dibagikan. Dari sini ada nilai pendidikan yang terekam. Nilai itsar atau mendahuluan orang lain. Nilai memberi manfaat sebanyak-banyaknya, memberikan kebaikan semaksimal-maksimalnya.

Dari sisi pelaksanan penyembelihan Qurban. Kegiatan ini dikawal oleh panitia qurban yang terdiri dari semua guru dan tenaga kependidikan Taman Tahfidz Anak (TTA) dan Madarasah Ibtidaiyah (MI) Al Wahdah serta melibatkan siswa MI Al Wahdah. Dari sini, ada nilai kebersamaan, ana nilai kekompakan, ada nilai keteladanan, ada nilai gotong-royong, ada nilai pendidikan anak sejak dini terkait ibadah Qurban. Bahkan oleh kepala Madarasah, Mochammad Amin, M.Sc menguatkan kepada anak-anak saat halaqah usai shalat dhuhur berjama’ah bahwa terkadang kita perlu bekurban perasaan dalam melakukan ketaatan dan kebaikan bersama sebagai bentuk latihan sebelum kita mampu untuk berkurban dengan hewan kurban.

Muhammad Agung Bramantya M.Eng, Phd., Selaku ketua Umum YPWIY bersyukur kepada Allah atas terlaksananya rangkaian ibadah qurban peduli pendidikan ini dan mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak, terkhusus kepada para donatur.

Alhamdulillahi bihi tatimmush-shalihat … Segala puji bagi Allah, telah tertunaikan amal shalih ini … semoga. Yayasan Pendidikan Islam Wahdah Islamiyah Yogyakarta menghaturkan terimakasih kepada semua pihak, khususnya para donatur dan shahibul-qurban” tulisnya via pesan singkat yang beliau publikasikan. (KI)

 

 

Tinggalkan Balasan