Diary Guru

Nak, Sikap pedulimu membanggakanku!

menyiram

Di musim kemarau ini, seperti biasa suasana begitu panas terasa, karena panasnya menyebabkan banyak tanah yang kekeringan. Hal ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan disebagian daerah kondisinya memprihatinkan, selain kekeringan, suplai air pun menipis dan gagal panen pun terjadi.

Siang itu, saat istirahat kedua tepatnya, seperti biasa siswa MI Al Wahdah memanfaatkan waktunya untuk kegiatan diluar kelas, ada yang main ayunan, ada yang duduk-duduk dihalaman sekolah, ada pula yang main kejar-kejaran. Dengan kondisi musim kemarau seperti sekarang, wajar bila debu pun beterbangan di udara. Kondisi dimana membuat pemandangan yang kurang nyaman.

Saya pun hendak menegur siswa-siswa yang bermain kejar-kejaran dan terlihat sengaja bermain debu. Tiba-tiba muncul seorang siswa, datang tergopoh-gopoh sambil membawa ember hitam berisi air menuju samping kelas yang berdebu tadi. Ku perhatikan dari kejauhan, ia pun menyiram halaman tersebut dengan gayung bergantian, beruasa meratakan air ditempat yang berbeda, bagai orang dewasa menyiram tanah yang berdebu. Setelah air habis, ia pun mengembalikan ember itu ditempatnya.

Karena penasaran, Saya pun mendekati siswa ini, lantas ku ajukan pertanyaan, “siapa yang menyuruhmu mas?” Dia diam saja sambil membersihkan tangannya. “Ustadzah menyuruhmu?”, tanyaku kembali untuk kedua kalinya, karena diamnya semakin membuatku penasaran. “tidak ada”, katanya sambil menggelengkan kepala. Ma sya Allah jawaban singkat, tapi membuatku kagum, bangga sekaligus tambah penasaran.

“Kenapa kamu melakukan itu?”, tanyaku penasaran akan alasan perbuatannya. “Karena mau saja” , jawabnya singkat kemudian berlalu pergi meninggalkanku sendiri.

Yah Musa namanya, siswa kelas dua MI Al Wahdah ini yang kuceritakan dalam narasi cerita singkat di atas. Sekecil dia, sudah memiliki rasa peduli dan empati yang baik, yang sangat jarang dimiliki anak-anak seusianya. Bahkan orang dewasa pun, jangankan empati, sikap peka saja belum dimiliki, acuh tak acuh, sibuk dengan kegiatan pribadi alias egois masih kita dapati dilingkungan sekitar kita. Nak, saya kagum dengan sikapmu!

Dalam hati kecil ini, saya pun berkata seraya berharap, teruskanlah nak!!, asah terus sikap pedulimu!! Mudah-mudahan Ananda bisa memberi teladan kepada teman-teman yang lain. Peka dengan kondisi lingkungan sekitar, dan berilah solusi dari setiap persoalan yang engkau temui!. In sya Allah jika ini engkau miliki sampai dewasa nanti. Kelak, jika engkau jadi pemimpin negeri ini, Ananda bisa menjadi pemimpin yang memberikan solusi!!! Aamiin.

IAH

——

Rabu, 11 Dzul Qo’dah 1436 H

———————————–

Rabu, 26 Agustus 2015 M

.

Tinggalkan Balasan