Program Orang Tua Asuh

Prota

Segala puji hanya tercurah kepada Allah Subhana Wata’ala, Tuhan yang memberikan kita begitu banyak nikmat hingga hari ini. Begitu banyak hingga ketika kita ingin menuliskannya, maka tak akan pernah cukup kertas untuk menampungnya, tak akan pernah cukup tinta untuk menorehkannya.

Shalawat dan salam tak bosan kita haturkan kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, manusia yang begitu kita rindukan, manusia yang begitu kita cintai melebihi siapapun di dunia ini, bahkan melebihi diri kita sendiri. Dialah teladan bagi seluruh manusia, teladan dalam segala aspek kehidupan kita.

Salah satu keteladanan Rasulullah adalah bagaimana beliau memperlakukan anak yatim dan orang miskin. Berlaku baik kepada anak yatim dan orang miskin tentulah memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah Subhana wata’ala.

Allah berfirman;

Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu…” (Q.S. Al-Baqarah[2]: 220)

Rasulullah bersabda;

Orang yang mengurus janda dan orang miskin, bagaikan orang yang berjuang di jalan Allah.” Saya juga menduga beliau bersabda: “Bagaikan orang yang selalu shalat malam tetapi tidak pernah merasa lelah dan bagaikan orang berpuasa yang tidak pernah berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain dikatakan,

“Saya dan orang yang menanggung anak yatim berada di surga seperti begini: “Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan sedikit antara kedua jari tersebut.” (HR Bukhari)

Namun sebaliknya, berlaku buruk terhadap mereka adalah perbuatan yang tercela. Allah berfirman;

Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (al-Maa’uun: 1-3)

Oleh karena itu, dalam rangka mengambil sebanyak-banyaknya pahala dan keutamaan di sisi Allah serta menghindar dari perbuatan yang tercela, kami Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah (YPWI) Yogyakarta membuat sebuah program, yakni program ‘Orang Tua Asuh’.

Program tersebut lahir dari rasa kepedulian yang besar terhadap beberapa santri (siswa) yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita mereka namun tidak memiliki biaya yang cukup untuk bersekolah.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membantu siapa pun yang ingin membagi sebagian rezki mereka dengan cara yang tepat dan hebat. Membantu anak-anak untuk terus menuntut ilmu adalah amalan yang sangat luar biasa. Sebuah amalan yang in syaa Allah tidak akan pernah putus meski seseorang tersebut telah meninggal dunia.

Bukankah Rasulullah bersabda;

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya’.” (H.R. Muslim)

Bayangkan ketika anak-anak tersebut bisa menuntut ilmu lalu dengan ilmu itu mereka mendakwahkannya kepada orang lain, bukan hanya satu tapi kepada banyak orang, disebabkan rezki yang kita sedeqahkan. Masyaa Allah, inilah amal yang tidak ada putus-putusnya.

Rasulullah bersabda;

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

Dengan demikian. Kami dari Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Yogyakarta mengucapkan Selamat Bergabung kepada Bapak dan Ibu yang telah

mengirimkan sms pendaftaran keanggotaan program ini. Semoga apa yang kita usahakan diridhai oleh Allah dan menjadi pemberat timbangan kita di akhirat kelak. Aamiin…

Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat…” (H.R. Muslim)

.

Tinggalkan Balasan