Diary Guru

Telah dibangun rumah Baitul Hamdi di Syurga, Untuk Siapa?

Serial Tadabbur (5)

Di dunia, dapat memiliki rumah adalah sebuah prestasi dan anugerah. Apatah lagi jika dalam mewujudkannya memerlukan waktu dan upaya yang lama, serta mengeluarkan energi yang tak sedikit. Siang malam bekerja, beragam pekerjaan dan jenis sampingan dicoba, berharap segera terkumpul banyak rupiah guna memiliki “papan” tempat tinggal yang telah menjadi kebutuhan utama. Kesabaran dalam proses itulah, di saat terwujud, maka ia adalah prestasi dan anugerah. Terlebih jika prosesnya berat, niscaya ketika dimiliki pasti lebih terasa hmm… nikmat.

Rumah Syurga

Di aherat, tentu saja kenikmatan lebih dari itu, tak bisa tergambarkan nikmat dan keindahannya. Aroma syurga saja tercium indah dari jarak nan jauh ukurannya. Semua di dalamnya adalah Istimewa, keindahannya lebih indah dari keindahan yang pernah terlihat dan terekam oleh mata, lebih indah dari cerita indah yang pernah di dengar telinga dari penutur pujangga, dan juga lebih indah dari mimpi atau imajinasi dari imajinasi dalam dunia mimpi. Dapat memasuki syurga adalah rahmat dan anugerah tak terkira, terlebih bisa mendapatkan rumah syurga, pastinya indahnya tak bisa terlukiskan dengan kata. Ya Allah jadikan aku dan keluargaku menjadi penghuni syurga dan bisa bernaung di rumah Baitul Hamdi … aamiin.

Itulah sepenggal pelajaran yang masih melekat kuat teringat, dari sekian banyak pelajaran tentunya pada kajian rutin guru waktu itu. Tepatnya hari sabtu, 03 Oktober 2015 saat membahas tadabbur ayat ke 12 dan 13 surah Lukman berikut;

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (12) وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13(

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”(12)

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”(13)

Saat membahas tentang syukur, bahwasanya syukur adalah salah satu hikmah yang Allah berikan kepada Lukman, sehingga ia menjadi pribadi yang istimewa, namanya diabadikan dalam Al Qur’an sebagai pelajaran bagi orang-orang beriman. Terlebih saat di sajikan keutamaan bersyukur dengan mengutip hadis hasan berikut;

قال  صلى الله عليه وسلم  (إذا مات ولد العبد قال الله تعالى لملائكته : قبضتم ولد عبدي ؟ فيقولون : نعم فيقول : قبضتم ثمرة فؤاده . فيقولون : نعم فيقول : ماذا قال عبدي ؟ فيقولون : حمدك واسترجعك فيقول الله تعالى : ابنوا لعبدي بيتا في الجنة وسموه بيت الحمد ) . (ت) عن أبي موسى  رضي الله عنه  قال الألباني ( حسن ) انظر رياض الصالحين )1 / 362(

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “apabila mati anak seseorang, Allah Ta’ala berfirman kepada para malaikat: ‘Kalian telah mencabut anaknya hambaKu?’, mereka menjawab: ‘Iya’, Allah berfirman : ‘kalian mematikan buah hatinya?’, mereka menjawab:’iya’, Allah berfirman : ‘Apa yang dikatakan hambaKu?’, mereka menjawab:’mereka memujimu dan mengembalikannya semua kepadaMu’, Allah berfirman: ‘bangunkanlah untuk hambaKu rumah di syurga dan berilah nama dengan baitul hamdi”. Dari sahabat Abi Musa radhiyallahu ‘anhu dan Syaikh Albani berkata hadis hasan.

Baitul hamdi artinya adalah rumah pujian, diperuntukkan bagi hambanya yang selalu memuji Allah dalam setiap keadaan, memuji saat menerima kenikmatan dan saat mendapat ujian sesuatu yang tidak diinginkan. Semoga dengan melatih dan membiasakan diri bersyukur saat mendapat kenikmatan, kelak saat mendapat ujian sesuatu yang tidak diharapkan, kita pun bisa tetap memujiNya, Dzat yang maha terpuji dan semua takdirNya adalah kebaikan. Dengannya harapan memiliki baitul hamdi, kelak di hari kiamat menjadi terkabulkan, semoga … aamiin.

Kamis, 16 Muharram 1437 H bertepatan 29 Oktober 2015 M

IAH.

One comment

  1. Virtual server

    “Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 raka’at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.”

Tinggalkan Balasan