Diary Guru

Tertunda Itu Bukan Kadaluarsa

Tertunda itu bukan kadaluarsa

Amal shalih itu sebaiknya perlu disegerakan dan tidak perlu ditunda-tunda. Karena menunda amal shalih itu terkadang buah dari bisikan setan.

Terkadang tertundanya amal shalih itu terjadi tersebab ketidaktahuan atau kadang ketidakmampuan. Nah ketika sudah tau dan mampu perlulah segera menunaikan amal yang tertunda. Tak masalah telat melakukan daripada tidak sama sekali, iya kan?

Nah, itulah mungkin sedikit narasi untuk menceritakan bagaimana Anggi Rahajeng dalam menunaikan amal shalih yang tertunda. Amalan itu berupa aqiqah.

Adalah Jum’at, 27 Januari 2017, Sebagai salah satu hari Istimewa sekaligus hari raya umat Islam pekanan menjadi saksi. Bertempat di sekolah Al Wahdah hajat tertunda tersebut bisa tertunaikan. Tertunaikan di hari mulia, hari dimana pahala kan terlipat ganda, in sya Allah.

“Alhamdulillah anak-anak senang, sejumlah 120 porsi hidangan cukup untuk seluruh anak-anak beserta para ustadz dan ustadzah, baik TTA dan MIA” kurang lebih demikianlah Ustadz Muhammad Amin, selalu kepala Madarasah Ibtidaiyah Al Wahdah menuturkan.

كُلُّ غُلَامٍ رَهِينٌ بِعَقِيقَتِهِ

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya”

(HR. Ashab Assunan dari shahabat Samurah bin Jundub, dishahihkan oleh Syekh Al Albany)

Mungkin hadist di atas menjadi salah satu motivasi beliau. Motivasi tetap aqiqah walaupun sudah dewasa.

Terimakasih bu Anggi, bukan hanya karena telah percaya kepada kami dan atas hidangan Aqiqahnya, tapi ibu telah mengajari kami dalam beramal itu tidak ada yang namanya terlambat, tidak ada yang kadaluarsa, Jazaakillah khoira jaza’.

IAH

Tinggalkan Balasan